Home Aneka Warga Meninggal Kena Tumor, Kemana Saja Kades

Warga Meninggal Kena Tumor, Kemana Saja Kades

SHARE
article top ad

PURWAKARTA, MB – Seminggu sudah Almarhumah Ai Siti Aisyah (22), meninggalkan dunia fana ini. Adalah salah seorang warga Desa Kertasari, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, tepatnya berdomisili di Kampung Tegal Sari, Rt. 006/002.

Semenjak divonis mengidap Suspek Tumor Ganas OvariumSelasa (24/07/18) hasil pemeriksaan Dr. Mulyanusa Amarullah R. SpOG (K), MKes, di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Hasan Sadikin, Jalan Pasteur, No. 38, Bandung, Ai (sapaan) hanya bisa pasrah menerima kenyataan tersebut.

article inline ad

Ai meninggalkan suami, Muhammad Amir (24) dan di usia 5 (lima) tahun pernikahannya tersebut, Amir dianugerahi seorang bayi laki-laki, Muhammad Rifki (1,5). Amir (akrab) yang berprofesi sebagai kuli bangunan tersebut, tentu saja sangat kehilangan apalagi disaat-saat bersama putra semata wayangnya.

Duka memang sedang menyelimuti Amir sekeluarga, dikala seperti ini orang-orang terdekatlah yang selalu menghiburnya. Sayang, sebagai warga masyarakat Ds. Kertasari, hingga hari ke 7 (tujuh) sepeninggal almarhumah, Kepala Desa (Kades) Fadilah Lukman, tak sekalipun berkunjung untuk berbela sungkawa.

“Saya gak tahu, kenapa pak Kades hingga hari ini gak datang padahal saya pernah lihat pak Kades lewat didepan rumah saya menggunakan mobil. Pernah Ketua Rukun Warga (RW) memberikan amplop yang isinya Rp300.000-, katanya sih dari pak Kades” jelas Amir ketika ditemui awak media dikediamannya, jum’at (03/08/18).

Amir berterima kasih atas sumbangsih yang diberikan Kades melalui Ketua RW, namun sebenarnya dirinya berharap Kades membantunya dari awal proses.

“Dari awal saya menggunakan BPJS, tentu sebagai orang awam saya butuh bantuan untuk proses, belum lagi kendaraan yang malah dibantu pihak lain.” keluhnya.

Beruntung, Amir dibantu oleh beberapa warga yang merasa iba terhadap permasalahan dirinya.

Ketika dikonfirmasi, Ketua RW, Aan Sahlan, membenarkan tentang titipan Kades tersebut.

“Saya tidak tahu isinya berapa karena saya langsung berikan ke pak Amir” ungkapnya.

Terkait sikap tokoh utama di Desanya tersebut, dirinyapun menyayangkan dengan sikap seorang Kades yang kurang pro aktif terhadap permasalahan warga.

Ironis, seorang tokoh masyarakat yang dia bisa menjadi orang nomor satu diwilayahnya, atas dasar suara masyarakat. Mereka berharap nantinya tokoh tersebut bisa menjadi Publik Figur suri tauladan dan menjadi pengayom masyarakat, namun harapan tinggallah harapan.

Penulis: Herman

article bottom ad