Home Asia Kisah Penyelamatan 12 Remaja di Gua Thailand

Kisah Penyelamatan 12 Remaja di Gua Thailand

SHARE
Remaja yang dapat diselamatkan dari lubang gua
article top ad

Kisah penyelamatan 12 remaja di Gua Thailand hampir disebut mustahil.  Mereka ditemukan pada hari kesembilan sejak dinyatakan hilang pada Sabtu 23 Juni.

Berbekal makanan untuk ulang tahun senilai  Rp315.000 untuk merayakan ulang tahun salah satu remaja tersebut.  Apa yang membantu mereka bisa selamat?

article inline ad

Para psikolog mengatakan, faktor kebersamaan bisa membantu seseorang bertahan hidup di situasi yang sangat sulit dan menantang seperti ini.

Diperkirakan, bekal makanan yang mereka bawa dibagi dan dimakan dengan sangat cermat, untuk memastikan mereka bisa bertahan selama mungkin di dalam gua.

Untuk mempertahankan semangat dan suasana gembira, mungkin mereka juga sesekali bernyanyi.

 

Pelatih mereka, Ekkapol Chantawong, yang biasa disapa Ake, meminta para remaja ini melakukan meditasi dan memberi jatah makanannya untuk mereka, kata tim penyelam yang menemukan mereka.

Selain itu, Ake meminta para remaja meminum air yang menetes dari langit-langit gua, bukan dari air tanah yang kotor.

Setelah lokasi mereka ditemukan, tim SAR memberi mereka makanan dalam bentuk gel yang memiliki kandungan protein yang tinggi, dan kemudian memberi mereka makanan dalam bentuk normal.

Ekkapol Ajarkan Meditasi

Ekapol Chanthawong atau Ake selama lima tahun terakhir,  banyak menghabiskan waktu di Kuil Wat Phra That Doi Wao, Kota Chiang Rai, Thailand utara.

Kepala biksu di kuil, Phra Kru Praiyatipiyanan, menilai pelatih Ekapol sebagai “pribadi yang baik dan bersahabat, jarang mengeluh, tidak seberapa keras kepala, tidak minum miras, dan tidak merokok”.

Nopparat Kantawong, pelatih kepala Wild Boars, mengenal keluarga Ekapol sejak yang bersangkutan masih kanak-kanak. Kantawong sempat hilang kontak dengan Ekapol ketika dia ditasbihkan menjadi biksu.

Namun, lima tahun lalu mereka bertemu kembali.

Pada 23 Juni, dia dan 12 anggota tim Wild Boars yang berusia antara 11 tahun hingga 16 tahun, mengendarai sepeda ke Gua Tham Luang di Mae Sai.

Saat pertama kali berita muncul bahwa remaja-remaja itu dalam masalah, masyarakat awalnya menanggapi dengan kemarahan.

Banyak orang yang mengecam Ekapol karena menduga dia membawa para remaja itu ke dalam gua yang berbahaya.

Namun, persepsi itu berubah dengan cepat ketika regu penyelamat menemukan para remaja selang sembilan hari kemudian.

Masyarakat di Thailand bertanya-tanya setelah melihat tayangan video yang direkam para penyelam Inggris. Bagaimana para remaja itu bisa bertahan hidup sekian lama?

Kepala biksu, Phra Kru Praiyatipiyanan, meyakini bahwa semedi adalah kunci para remaja itu bisa bertahan hidup.

Ekapol punya pengalaman sebagai biksu pemula dan telah menuntaskan pelajaran bahasa Pali tingkat tinggi—bahasa yang dipakai dalam manuskrip agama Hindu dan Buddha Theravāda.

“Mengingat pelatih Ek pernah belajar di biara, dia telah mempelajari dasar-dasar pemusatan pikiran. Mereka yang belum pernah berlatih seperti itu akan duduk dalam keputusasaan dan menangis sembari menunggu pertolongan.”

“Padahal, semakin banyak seseorang menangis, lebih banyak energi yang dihabiskan. Pelatih Ek mungkin menangis perlahan sehingga tidak ada yang mendengar, tapi dorongan untuk melindungi ke-12 remaja itu bakal membuatnya bertahan.”

Kesatuan SEAL dari Angkatan Laut Thailand, juga sepakat bahwa meditasi mungkin adalah kunci para remaja itu bisa bertahan hidup.

Komandan Apakorn Yookongkaew mengatakan bahwa meditasi amat mungkin menenangkan para remaja sehinggga mereka hemat menggunakan oksigen.

Meditasi sejatinya adalah teknik mengendalikan pernapasan dan mengurangi stres serta kecemasan.

Teknik itu banyak dipakai penyelam untuk menghemat oksigen dalam perjalanan bawah air nan lama dan sulit.

Dalam kiriman surat ke gua saat mereka masih terperangkap di tempat itu, para orang tua menyatakan telah memaafkan Ekapol.

Akan tetapi, pelatih kepala Wild Boars, Nopparat Kantawong, menduga Ekapol mungkin bakal meminta izin untuk kembali menjadi biksu dalam periode waktu tertentu. Hal ini umum terjadi bagi orang Thailand yang ingin meminta ampunan atau membersihkan diri mereka secara spiritual.

article bottom ad