Home Angkara Bekingi Lahan Sengketa, Oknum Polisi Ditangkap Operasi Gabungan TNI-Polri

Bekingi Lahan Sengketa, Oknum Polisi Ditangkap Operasi Gabungan TNI-Polri

SHARE
Operasi gabungan TNI-Polri ketika menangkap oknum polisi yang menggunakan senjata TNI
article top ad

JAKARTA, MB – Diduga membekingi lahan tanah sengketa, seorang oknum polisi bernama Brigadir Murtopo yang merupakan anggota Polsek Cilincing diciduk operasi gabungan TNI-POLRI, Rabu (13/6/18).

Operasi dipimpin oleh Wakapolsek Cakung didampingi Kasubgar 0505/Jakarta Timur Mayor Sus. Bikner Marbun di lokasi tanah sengketa keluarga almarhum Ismayadi di wilayah Cakung Timur.

article inline ad

Operasi Gabungan TNI-POLRI ini digelar karena adanya laporan masyarakat terkait dugaan kuat keterlibatan oknum yang membekingi lahan tanah sengketa tersebut.

Dari hasil BAP di Polsek Cakung diketahui bahwa oknum polisi yang seharusnya bertugas di Polsek Cilincing Jakarta Utara justru “bertugas” menjaga lahan sengketa tanah milik Almarhum Ismayadi di wilayah yang bukan tugasnya, Jakarta Timur.  Oknum ini mendapatkan “order” dari Ade Aryudi yang merupakan buronan Polres Jakarta Timur dalam perkara pemalsuan dokumen dan didakwa melanggar pasal 263/266.

Ketika ditanya tim gabungan, oknum tersebut menjawab: “Saya sedang bertugas untuk menangkap TO di sini Pak, atas perintah haji Ade Aryudi.  Saya membawa surat tugas dari atasan saya di Polsek Cilincing,” ujarnya kepada Tim Gabungan TNI-POLRI yang datang ke lokasi untuk menangkap dirinya.

Setelah diperiksa rupanya surat tugas tersebut sudah kedaluarsa, dan yang lebih parahnya oknum polisi ini membawa bawa senjata api jenis FN kaliber 22 yang merupakan senjata organik TNI dan dipakai untuk mengancam orang-orang yang masuk ke lokasi tanah sengketa tersebut.  Hal ini dilakukannya juga untuk mengancam wartawan yang meliput di lokasi.

Saat sebelum ditangkap, Murtopo sempat memberi perintah kepada anak buahnya yang ikut menjaga lokasi agar menggembok pintu pagar sehingga ada 8 orang terperangkap di dalam lokasi lahan sengketa tersebut.  “Saya tidak takut dengan jenderal-jenderal apalagi wartawan-wartawan yang telah melaporkan saya ke propam.  Kalian akan saya laporkan ke polsek cakung agar tidak bisa ikut Lebaran,” katanya dengan nada ancaman sambil mengokang senjata api FN kaliber 22.  ”Kalian telah mengusik dapur saya,” lanjutnya.

Beruntung, operasi penangkapan berlangsung singkat.  Setelah disita senjata apinya, oknum polisi ini dibawa ke Polsek Cakung untuk di BAP. Namun karena yang bersngkutan adalah oknum polisi selanjutnya BAP dilakukan di Divisi Propam Polres Jakarta Utara.

Secara terpisah Pjs. Kasi Propam Polres Jakarta Utara AKP Gampang menyatakan, hal ini merupakan masalah internal kami.  “Kita akan tindaklanjuti kasus ini secara serius, nanti akan kita masukkan ke dalam sel khusus dan saya gundulin kepalanya,” ujarnya kepada wartawan saat dikonfirmasi.

Kasubgar 0505/Jakarta Timur Mayor Sus. Bikner Marbun sangat mengapresiasi kegiatan operasi gabungan TNI-POLRI semacam ini.  Sinergitas yang positif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat akan diteruskan. Terkait penemuan senjata api milik TNI yang digunakan oleh oknum polisi, menurutnya, akan terus diusut. “Karena senjata api milik TNI yang bisa digunakan oleh seorang oknum polisi menjadi petunjuk dugaan kuat adanya keterlibatan anggota TNI,” pungkasnya.

article bottom ad