Home Abinawa Pendiri Matahari, Hari Darmawan Ditemukan Tewas di Sungai Ciliwung

Pendiri Matahari, Hari Darmawan Ditemukan Tewas di Sungai Ciliwung

SHARE
Hari Darmawan
article top ad

BOGOR, MB – Hari Darmawan, pendiri Matahari Departement Store ditemukan tewas di Sungai Ciliwung di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Polisi tengah menyelidiki kematian almarhum.

Menurut Kapolres Bogor AKPB AM Dicky Pastika Gading, hari Jumat (9/3), Hari Darmawan diketahui berada di salah satu vilanya di wilayah Cilember di samping Sungai Ciliwung. Di lokasi, saat itu ada stafnya yang saat itu sedang mengambil minum. Namun, saat kembali lagi, Hari sudah tidak ada dan dia pun melaporkan kejadian itu.

article inline ad

Polsek Cisarua langsung melakukan pencarian bersama tim SAR. Jenazah Hari Darmawan baru ditemukan pagi hari Minggu pukul 06.30 WIB sekitar 100 meter dari lokasi dia dinyatakan hilang.

Jenazah Hari ditemukan dalam keadaan tengkurap dan tersangkut batu kali. Jenazahnya kemudian dievakuasi dan dibawa ke kediamannya di Taman Wisata Matahari (TWM), Cisarua.

“Selanjutnya untuk kepentingan medis jenazah dibawa ke RSUD Ciawi untuk di visum et repertum,” ujar Dicky.

Manajemen TWM sebelumnya menyatakan hal senada. Mereka menduga Hari Darmawan terpeleset di vila dan terjatuh ke Sungai Ciliwung. Namun seperti yang mereka tegaskan, ini masih dugaan.

“Pada saat melihat kondisi Sungai Ciliwung itulah sepertinya beliau kehilangan keseimbangan sehingga terjatuh ke Sungai Ciliwung yang saat itu arusnya sedang deras, namun harus diingat, ini masih dugaan sementara,” tulis pihak TWM.

Kisah Hari Darmawan

Kisah bisnis pria kelahiran Makassar 27 Mei 1940 ini cukup berliku hingga mampu mendirikan Matahari Department Store. Lahir dari keluarga pengusaha produk pertanian, Hari harus melihat usaha keluarganya bangkrut pada usia lima tahun.

Kemudian orangtuanya kembali membangun usaha dari nol. Maka dari itu, sejak usia dini dia sudah terlatih untuk kerja keras, tekun, dan pantang menyerah saat berdagang. Usai lulus Sekolah Menengah Atas (SMA), Hari Darmawan merantau ke Jakarta untuk mencari pekerjaan.

Kemudian dia bertemu jodohnya, Anna Janti, yang merupakan putri dari pemilik “Mickey Mouse”, toko serba ada berukuran kecil di Pasar Baru. Pada saat itu, Pasar Baru merupakan distrik perbelanjaan terkenal di Jakarta.

Hari pun berjuang untuk mengembangkan bakat usahanya usai membeli toko serba ada milik mertuanya tersebut. Hari mampu mengelola toko itu hingga berkembang pesat. Pada 1968, dia mendapatkan kesempatan untuk memperluas usaha.

Dia membeli toko serba ada di Pasar Baru bernama Toko De Zon, yang artinya The Sun atau Matahari. Hari mengganti nama toko itu menjadi Matahari. Hari membeli toko itu lantaran pemilik De Zon yang merupakan pesaingnya sedang kesulitan keuangan.

Dia membuka gerai pertama Matahari pada 24 Oktober 1956. Gerai tersebut di gedung dua lantai seluas 150 meter persegi di Pasar Baru, Jakarta. Pada 1980-an, Matahari membuka cabang-cabangnya di hampir semua kota besar di Indonesia.

Toko tersebut terkenal sebagai toko jaringan ritel terbesar di Indonesia. Hari memiliki strategis bisnis yang baik. Dia memajang produk dengan lengkap, sehingga konsumen datang ke tokonya dan memilih barang yang mereka suka dengan kualitas terbaik.

Dengan konsep penjualan itu, gerai Matahari milik Hari Darmawan mampu meraih banyak pelanggan tetap. Usaha Matahari kemudian berkembang. Matahari Department Store sebagai toko serba ada merupakan gerai modern dan tanpa saingan pada 1990-an.

Pada saat itu Matahari Department Store memiliki masa keemasan. Apalagi dengan pembangunan mal di Jakarta yang begitu masif. Tak hanya itu, Hari Darmawan juga membuka arena bermain Timezone. Dia mampu meraih konsumen dengan konsep sebuah area bermain, sehingga orangtua dan anaknya dapat menikmati area bermain tersebut.

Dengan berjalannya waktu, Hari Darmawan juga menghadapi banyak pesaing. Dia pun aktif mencari pendanaan untuk investasi membuka gerai baru Matahari Department Store di berbagai pusat perbelanjaan yang baru dibangun.

Hari Darmawan kemudian menjual sejumlah sahamnya di lantai bursa. Dia mendapatkan dana Rp 400 miliar. Namun, dana itu tidak cukup untuk membangun 1.000 gerai baru. Saat itu Matahari Departmen Store juga punya saingan berat dari Wal-Mart sebuah perusahaan ritel dari Amerika Serikat yang dikendalikan Grup Lippo.

Hari Darmawan pun makin ekspansif dengan mendirikan gerai lainnya, yaitu Mega Matahari. Pada 1996, Matahari Department Store berada di puncak emas. Akan tetapi, krisis moneter 1997 membuat bisnis Hari Darmawan lesu.

Oleh karena itu, dia setuju menjual sebagian besar saham Matahari Department Store ke James Riady melalui grup Lippo. Setelah melepaskan usahanya, Hari Darmawan membuka perusahaan kembali yang dinamakan pasar swalayan hari-hari. Hari Darmawan kemudian memutuskan tinggal di kawasan Cisarua, Bogor. Pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia ini memilih menjadi sosial enterpreneur.

article bottom ad