Home Mancanegara Pemerintah Indonesia Kecam Penutupan Masjid Al Aqsa di Jerusalem

Pemerintah Indonesia Kecam Penutupan Masjid Al Aqsa di Jerusalem

SHARE
article top ad

Jakarta, Mediabhayangkara.co.id – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam penutupan Masjid Al Aqsa di Jerusalem.

Sebelumnya dalam suatu insiden, Sheikh Ikrima Sabri, Imam Masjid Al-Aqsa di Jerusalem Timur, terkena tembakan. Penembakan dilakukan sebagai upaya paksa untuk membubarkan jemaah yang melakukan demonstrasi atas penutupan dan pembatasan akses masuk bagi umat Islam ke Kompleks Masjid Al-Aqsa.

article inline ad

“Rabu malam, Menlu RI telah lakukan pembicaraan per telepon dengan Menlu Jordania guna membahas situasi di Masjid Al-Aqsa,” ujar Juru Bicara Kemenlu Arrmanatha Nasir, melalui siaran pers, Kamis 19 Juli 2017.

Arrmanatha mengatakan, Pemerintah Indonesia mengecam langkah aparat keamanan Israel yang membatasi akses ke Kompleks Al-Aqsa, yang membuat umat Muslim tidak bisa beribadah dengan bebas sebagaimana mestinya.

“Dalam kaitan ini Indonesia mendesak Israel untuk tidak mengubah status quo Kompleks Al-Aqsa agar Masjid Al-Aqsa dan the Dome of the Rock tetap sebagai tempat suci untuk dapat diakses bagi semua umat Muslim,” kata Arrmanatha.

Pemerintah Indonesia juga meminta Israel segera memulihkan stabilitas dan keamanan di Kompleks Al-Aqsa.

“Indonesia juga mengajak semua pihak untuk menahan diri, agar situasi tidak memburuk,” lanjut dia.

Diketahui, penutupan dan pengamanan ekstra ketat diberlakukan setelah aksi penembakan yang menewaskan dua polisi oleh tiga orang Arab di dekat komplek Masjid Al-Aqsa, Jumat lalu, 14 Juli 2017.

Ketiga pelaku serangan ditembak mati di pekarangan masjid tersebut. Selanjutnya, pihak berwenang Israel mengambil keputusan untuk menutup Kompleks masjid Al-Aqsa untuk shalat Jumat.

Tindakan itu menngakibatkan untuk pertama kalinya umat Islam dihalangi menunaikan shalat Jumat di masjid itu, sejak 1969.

Hal itu memicu kemarahan umat Islam di sana dan seluruh dunia.

Kemarahan dan protes memuncak dengan ditangkapnya Mufti Agung Masjid setempat, Muhammad Ahmad Hussein.

Setelah adanya demonstrasi massa dan protes oleh otoritas agama Islam, akhirnya tempat tersebut dibuka kembali secara bertahap. (Mlk)

article bottom ad