Home Pidana Perdata Nyamar Jadi Timses Jokowi, 2 WNA dan 1 WNI Minta Uang ke...

Nyamar Jadi Timses Jokowi, 2 WNA dan 1 WNI Minta Uang ke Puluhan BUMN

SHARE
article top ad

Jakarta, Mediabhayangkara.co.id – Dua orang warga negara asing dan seorang warga negara Indonesia nekad mencatut nama Presiden Joko Widodo dan menipu puluhan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dua WNA itu masing-masing Solaiman Kabah asal Republik Guinea dan Daniel asal Liberia, sementara seorang WNI adalah istri Daniel bernama Ria Situmorang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan, dalam melakukan aksinya para pelaku mengirimkan e-mail yang mengatasnamakan Presiden Joko Widodo di media sosial dan mengirimkan surat ke BUMN.

article inline ad

“Sudah mengirimkan 51 surat ke BUMN di Jakarta melalui jasa JNE,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu 19 Juli 2017.

Ketiga pelaku ditangkap pada Selasa 18 Juli di dua tempat berbeda. Solaiman ditangkap di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, sedangkan pasangan suami istri Daniel dan Ria ditangkap di apartemen di Jakarta Utara.

Penangkapan itu bermula dari laporan Komisaris PT Pembangunan Perumahan Andi Gani Nena Wea yang menerima surat dari pelaku.

Surat yang diterima Andi mencantumkan alamat e-mail dan nomor WhatsApp yang mengatasnamakan presiden Joko Widodo. Dalam surat itu, pelaku mengucapkan terima kasih karena telah mendukung Jokowi, termasuk untuk mendukung di Pilpres 2019 nanti.

“Mereka kirim surat ucapan terima kasih dan minta dukungan (uang) untuk Pilpres 2019,” ujarnya.

Namun Andi, kata Argo langsung mengkonfirmasi hal tersebut ke Sekretariat Negara.

Argo mengatakan, setelah mendapat informasi Istana yang menyatakan tidak pernah mengeluarkan surat atas nama Jokowi dan Irina, Andi lantas membuat laporan kepolisian. Laporan kepolisian Andi dilakukan pada 11 Juli 2017 lalu.

“Dari Setneg menyatakan tidak pernah mengeluarkan surat itu,” ujar Argo.

Kemudian, polisi menindaklanjuti laporan itu dengan melakukan penyelidikan dan menangkap Solaiman.

“Pertama kami tangkap Solaiman Kabah. Tugasnya mengirim surat, menerima telepon dan mengatur uang yang masuk,” kata Argo.

Dari keterangan Solaiman, kata Argo, polisi kemudian menangkap Daniel dan istrinya, Ria Situmorang.

Polisi menyita sejumlah uang yakni sembilan lembar US$100, 25 lembar US$2, 140 lembar US$1 dan pecahan RP50 ribu lainnya.

Argo mengatakan pihaknya akan menyelidiki BUMN yang sudah pernah mengirim uang kepada pelaku.

“Kami masih menyelidiki apakah uang ini merupakan hasil penipuan selama ini,” kata dia.

Ketiga pelaku dijerat Pasal 81 UU ITE dan UU Penipuan dan Pemalsuan. (Mlk)

article bottom ad