Home Tribrata Praperadilankan Polisi, Hary Tanoesoedibjo Hadirkan Sejumlah Saksi

Praperadilankan Polisi, Hary Tanoesoedibjo Hadirkan Sejumlah Saksi

SHARE
article top ad

Jakarta, Mediabhayangkara.co.id – CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengajukan gugatan praperadilan atas penetapan tersangkanya oleh Bareskrim Polri. Sidang perdana gugatan tersebut digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 10 Juli 2017.

Hari ini, sidang praperadilan memasuki hari kedua. Pengacara Hary, Adidharma Wicaksono mengatakan, agenda sidang hari ini yaitu pembuktian dan mendengar keterangan saksi.

article inline ad

“Agendanya adalah pemeriksaan alat bukti, termasuk kesaksian,” ujar Adi melalui keterangan tertulis, Selasa pagi.

Rencananya akan ada dua hingga tiga saksi yang dihadirkan tim pengacara Hary sebagai pihak pemohon. Namun, Adi enggan menyebut siapa saja saksi tersebut.

Pada sidang pertama kemarin, pihak pemohon membacakan poin keberatan dalam gugatan praperadilan. Agenda dilanjutkan dengan jawaban dari tim Divisi Hukum Mabes Polri selaku pihak termohon.

Selanjutnya pada Jumat 14 Juli mendatang, diagendakan pembacaan kesimpulan oleh hakim tunggal praperadilan pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Senin atau Selasa (pekan depan) hakim sudah bisa membacakan putusan,” kata Adi.

Hary merupakan tersangka dalam kasus dugaan ancaman melalui pesan singkat kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto.

Yulianto mengaku tiga kali menerima pesan singkat dari Hary pada 5, 7, dan 9 Januari 2016.

Hary dikenakan Pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) mengenai ancaman melalui media elektronik. Ia dilaporkan Yulianto pada awal tahun 2016 lalu.

Berikut isi pesan bos MNC tersebut. “Mas Yulianto, kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman. Anda harus ingat kekuasaan itu tidak akan langgeng. Saya masuk ke politik antara lain salah satu penyebabnya mau memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional yang suka abuse of power. Catat kata-kata saya di sini, saya pasti jadi pimpinan negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia dibersihkan.”

Dalam gugatannya, Hary menganggap status tersangka tidak tepat diarahkan padanya karena isi SMS itu bukan ancaman.

Kuasa hukum Hary Tanoesoedibjo lainnya, Hotman Paris, memandang kliennya tidak mengancam atau menakut-nakuti Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto.

“Isi SMS Hary Tanoe bersifat umum dan idealis dan tidak mengancam seseorang,” kata Hotman.

Hotman menjelaskan, Hary melalui SMS yang dia kirim juga tidak menyebut Yulianto sebagai seorang yang salah dan tidak pernah menyebut sebagai yang tidak bersih.

Hotman memandang, SMS Hary tidak memenuhi unsur dari pasal yang dijerat kepadanya, yakni Pasal 29 Undang-Undang ITE tentang kekerasan menakut-nakuti.

Adapun pihak Imigrasi sudah melakukan pencegahan berpergian keluar negeri terhadap Hary Tanoe atas permintaan polisi. (Mlk)

article bottom ad