Home Nusantara Melahirkan Kembar Tiga, Ibu Ini Tidak Mampu Tebus Biaya Rumah Sakit

Melahirkan Kembar Tiga, Ibu Ini Tidak Mampu Tebus Biaya Rumah Sakit

SHARE
article top ad

Pulau Panjang, Mediabhayangkara.co.id – Ruth Katawariana, seorang ibu muda melahirkan tiga bayi kembar di RSUD Sungai Dareh, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, dilaporkan tak mampu melunasi biaya persalinan dan perawatan rumah sakit. Ia melahirkan pada 24 Juni 2017 dan saat ini tengah mengharapkan bantuan siapapun yang peduli.

“Sebenarnya saya ingin bawa bayi saya pulang, tapi saya tidak punya uang. Untuk sementara, saya terpaksa masih di rumah sakit,” kata Ruth yang baru berusia 18 tahun itu di Pulau Punjung. Ia berharap mendapat bantuan baik dari dermawan maupun pemerintah daerah supaya bisa melunasi biaya persalinan dan perawatan tiga bayinya.

article inline ad

Tiga bayi yang diberi nama Viona, Viony dan Viola itu masih dirawat secara intensif karena berat badan mereka belum normal. “Berat bayi saya hanya 1,3 kilogram, dan masih di dalam inkubator dan dipasangi selang infus,” ungkapnya.

Ia mengaku tidak memiliki keluarga karena baru menetap selama delapan bulan di Kabupaten Dharmasraya, tepatnya di Nagari Gunung Medan, Kecamatan Sitiung. “Semua keluarga saya di Medan. Awalnya saya tinggal di Nagari Gunung Medan bersama suami, namun tidak berselang lama suami pergi meninggalkan saya entah ke mana,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Direktur RSUD Sungai Dareh, Chusnul Chotimah menjelaskan, saat ini tiga bayi kembar berjenis kelamin perempuan itu tengah menjalani perawatan secara intensif. “Kami memberikan pertolongan mulai dari persalinan hingga perawatan tiga bayi kembar ini. Mengenai urusan biaya nanti dicarikan solusi, terpenting saat ini diberikan pertolongan kepada bayi dan ibu bayi,” katanya.

Terkait biaya persalinan, katanya pihak RSUD tengah mengupayakan Ruth masuk ke dalam program Jaminan Persalinan (Jampersal) yang digagas pemerintah setempat. Selain itu juga mengupayakan bantuan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Dharmasraya.

“Kami bantu koordinasikannya dengan pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan, dan Baznas untuk mendapatkan bantuan, saat ini masih menyiapkan berkas,” ujarnya. (Mlk)

article bottom ad