Home Tribrata Tito Serahkan Nasi Tumpeng dan Bantuan Rumah ke Polisi Korban Serangan Teror

Tito Serahkan Nasi Tumpeng dan Bantuan Rumah ke Polisi Korban Serangan Teror

SHARE
article top ad

Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian memberi nasi tumpeng kepada tiga anggota Polri dalam acara peringatan Hari Bhayangkara ke-71. Ketiganya adalah korban serangan pelaku teror yang terjadi di Jakarta.

Acara peringatan Hari Bhayangkara ke-71 digelar pada Senin, 10 Juli 2017, di Monas, Jakarta Pusat. Acara dihadiri Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Di salah satu rangkaian acara, ada pemotongan nasi tumpeng yang dilakukan Tito Karnavian.

article inline ad

Tito memberikan tiga piring nasi tumpeng kepada tiga anggota Polri. Mereka adalah Ajun Komisaris Dede Suhatmi, Briptu Siaful Bakhtiar, dan Bripda Yogi Aryo Yudhistoro.

Dede dan Siaful adalah korban penusukan Masjid Falatehan yang berada tak jauh dari Mabes Polri pada 1 Juli 2017. Sementara itu, Yogi adalah korban selamat serangan bom bunuh diri di Kampung Melayu. Saat itu Yogi tengah bertugas mengamankan pawai obor menyambut Ramadan 1438 H.

Selain memberikan nasi tumpeng, Tito menyerahkan bantuan rumah bagi 17 anggota Polri, termasuk kepada tiga orang tersebut. Bantuan rumah yang berasal dari donasi Tahir Foundation tersebut diberikan kepada anggota Polri yang menjadi korban selamat, juga keluarga korban meninggal saat bertugas.

“Ada 20 rumah yang disediakan secara sukarela, yang merupakan hibah dari Tahir Foundation. Yang sudah diserahkan 17 rumah,” kata Tito kepada wartawan seusai acara.

Dia mengatakan Tahir Foundation adalah lembaga filantropis yang mempunyai kegiatan memberi donasi kemanusiaan. “Mereka menyerahkan 20 rumah pada kepolisian, karena prihatin kepada anggota-anggota Polri yang gugur dalam tugas membela bangsa dan masyarakat,” kata Tito.

Hibah rumah diberikan kepada anggota Polri yang menjadi korban teroris, di antaranya kasus bom Kampung Melayu, operasi penumpasan kelompok teroris Santoso di Tinombala, Poso, juga korban penusukan di Masjid Falatehan.

Tito mengatakan penghargaan tersebut diberikan agar mereka tetap semangat. “Agar mereka termotivasi, apalagi ada dukungan masyarakat, mereka lebih berani lagi melawan teroris,” kata Tito. (Mlk)

article bottom ad