Home Nusantara 600 WNI Diduga Terlibat ISIS, Polri dan Kemenkumham Kerja Sama Lakukan Hal...

600 WNI Diduga Terlibat ISIS, Polri dan Kemenkumham Kerja Sama Lakukan Hal Ini

SHARE
article top ad

Jakarta, Mediabhayangkara.co.id – Kepolisian RI tengah melakukan pemantauan terhadap sekitar 600 orang warga negara Indonesia yang terkait dengan jaringan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Polisi berupaya mencegah radikalisasi meluas sekaligus mengejar WNI para terduga terorisme itu. “Kami pantau mereka semua, baik yang di dalam ataupun luar negeri,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul kepada Tempo, Jumat 7 Juli 2017.

article inline ad

Menurutnya, sekitar 290 orang berada di Indonesia dan sisanya di luar negeri. Jumlah ini memang lebih banyak dari jumlah 83 nama WNI yang masuk daftar pencarian terorisme yang disampaikan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM pada Rabu lalu. “Yang 83 nama itu termasuk dalam 600 orang pemantauan kami,” ujarnya.|

WNI terduga teroris ini dipetakan dalam sejumlah kategori. Di antaranya adalah pelaku usia dewasa, usia anak-anak, pelaku yang telah tewas dalam peperangan, terduga gagal berangkat dan terduga dideportasi. “Semuanya kami pantau dan akan kami ambil tindakan kalau tertangkap,” kata Martinus.

Menurut dia, tindakan berbeda akan diambil tergantung perbuatan mereka. “Kami lakukan pemeriksaan terlebih dulu terhadap yang bersangkutan,” kata Martinus. Jika terbukti melakukan tindak pidana terorisme, maka terduga bersangkutan akan dipidana sesuai KUHP. Sebaliknya, jika tak terbukti, terduga bisa dikirim ke Badan Nasional Penanggulangan Terorisme untuk mengikuti program deradikalisasi.

Pihaknya telah menyampaikan sejumlah data kepada Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM untuk membantu memantau para terduga teroris tersebut, terutama 83 DPO yang sudah dipastikan tergabung dengan jaringan ISIS. “Sehingga kami bisa mengetahui kalau mereka keluar atau masuk Indonesia,” kata dia.

Kepala Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Kemenkumham Agung Sampurno mengatakan pihaknya memang sudah menerima data tersebut dari kepolisian. “Jadi kami membantu mengawasi jika ada nama terkait ISIS yang keluar atau masuk Indonesia,” kata dia.

Menurut Agung, karena data nama para DPO itu sudah masuk ke Imigrasi, dia memastikan mereka akan langsung terdeteksi jika melewati border atau garis batas Indonesia.

“Jadi kalau ketemu, kami akan langsung laporkan,” ujarnya. Namun, menurut Agung, pengawasan sulit dilakukan jika para terduga itu melalui jalur tak resmi. Karena tak dipungkiri, masih ada jalur-jalur tak resmi yang bisa digunakan oleh mereka.

Karenanya Imigrasi Indonesia menjalin kerjasama dengan otoritas imigrasi negara-negara tetangga untuk berbagi informasi terkait para terduga teroris itu. “Termasuk dengan negara-negara yang diduga menjadi tujuan para teroris,” kata Agung. Misalnya Suriah, Irak atau Turki.

Selain itu, menurut Agung, data DPO Indonesia telah terintegrasi dengan Interpol sehingga kerjasama pengumpulan informasi bisa lebih luas. “Kami juga punya forum wadah kerjasama keimigrasian untuk saling berbagi informasi,” ujarnya. (Mlk)

article bottom ad