Home Nusantara Diduga Stres, Penjual Jam Ini Akhiri Hidup dengan Gantung Diri di Rukonya

Diduga Stres, Penjual Jam Ini Akhiri Hidup dengan Gantung Diri di Rukonya

SHARE
article top ad

Tangerang, Mediabhayangkara.co.id – Diduga mengalami stres, seorang penjual jam mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di Ruko Pasar Lama, Jalan Kisamaun, RT 2/4. Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Rabu 5 Juli 2017 malam.

Korban benama Ali Wijaya, 39, pertama kali ditemukan tewas oleh istrinya yang curiga saat datang ke toko sekitar pukul 19.00 WIB, namun menemukan pintu dalam terkunci. Istri korban mencoba membuka sedikit rolling door untuk mengintip keadaan di dalam dari celah pintu. Dia pun terkejut melihat suaminya dalam posisi tergantung di tengah ruang toko.

article inline ad

Istri korban sempat berteriak meminta tolong kemudian jatuh pingsan. Warga yang mendengar teriakan langsung datang ke lokasi dan menghubungi polisi.

Aparat Polsek Tangerang dengan dibantu pemilik toko membuka pintu ruko menggunakan kunci cadangan. Lalu petugas melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Kabupaten Tangerang.

Kanit Reskrim Polsek Tangerang AKP Toto Sanyoto mengatakan, dari hasil olah TKP tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diketahui korban gantung dengan cara menjerat lehernya dengan kabel listrik. “Dipastikan korban murni bunuh diri. Tapi motifnya masih didalami,” katanya.

Toto menambahkan, dari keterangan keluarga korban, sekitar sebulan yang lalu ayah tiga anak tersebut sempat mencoba bunuh diri dengan minum racun serangga. Namun berhasil dicegah oleh keluarganya. “Jadi sebelumnya memang pernah mencoba bunuh diri,” kata Toto.

Pemilik ruko, Anggana, mengatakan bahwa korban mengontrak di ruko miliknya sekitar dua tahun, namun korban jarang membuka tokonya. “Sudah lama ngontrak, tapi sebulan paling buka cuma beberapa kali. Kalau ada masalah apa saya tidak tahu,” katanya. (Ind)

article bottom ad