Home Tribrata Setelah Dua Brimob Ditikam, Bendera ISIS Ditemukan Terpasang di Markas Polisi

Setelah Dua Brimob Ditikam, Bendera ISIS Ditemukan Terpasang di Markas Polisi

SHARE
article top ad

Jakaarta, Mediabhayangkara.co.id – Polisi dikabarkan menemukan bendera kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Markas Kepolisian Sektor Kebayoran Lama. Selain itu, terdapat pula surat ancaman di dalam botol air mineral kepada anggota Polri, TNI, Densus 88, dan Banser NU.

Ada pula ancaman yang menyebut Jakarta yang akan dibuat seperti tragedi teror di Marawi, Filipina. “Ketahuilah, perang telah dimulai, akan kami buat Jakarta ini seperti Marawi,” tulis surat ancaman di selembar karton berwarna kuning.

article inline ad

Ancaman itu meminta polisi berhenti menyebut ISIS sebagai teroris. “Bahwa pada dasarnya kalianlah teroris sebenarnya, karena kalian telah membunuh dan menangkap umat muslim serta ulama-ulama kami.”

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan kabar adanya surat ancaman itu. “Ada surat ancaman juga ya ditemukan di situ,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Selasa, 4 Juli 2017.

Argo memastikan saat ini pihaknya tengah mengejar pelaku dan memeriksa saksi-saksi, serta mencari kemungkinan adanya CCTV yang merekam peristiwa tersebut. “Kami akan cek apakah ada CCTV di sana yang bisa membantu,” katanya.

Untuk diketahui, bendera ISIS ditemukan terpasang di pagar depan kantor Polsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Pemasangan diduga dilakukan pada Selasa pagi, 4 Juli.

“Betul, sekitar pukul 05.30 petugas dari Polsek Kebayoran Lama menemukan sehelai bendera hitam dengan tulisan lafaz ‘Lailahaillahaillallah’ yang menyerupai lambang ISIS,” kata Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan Komisaris Alam Nur saat dikonfirmasi, Selasa, 4 juli.

Alam menuturkan peristiwa ini berawal saat anggota polsek yang tengah berada di kantor curiga terhadap seseorang yang menghentikan sepeda motornya di depan kantor. Namun saat dihampiri, orang tersebut langsung pergi terburu-buru.

Sebelum adanya ancaman ini, Mabes Polri di Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, juga diserang pada Jumat, 30 Juni 2017. Dua anggota anggota Brimob menjadi korban. Pelaku sempat menantang polisi sebelum ditembak.

Kepala Biro Penerangan Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Rikwanto mengatakan peristiwa itu terjadi di Masjid Falatehan Mabes Polri sekitar pukul 19.40. Pelaku menyerang dua korban yang baru selesai salat Isya. “Pelaku yang juga ikut salat tiba-tiba berteriak dan menikam dua anggota yang berada di sebelahnya,” kata Rikwanto.

Setelah menikam dua anggota Brimob tersebut, pelaku mengancam jemaah yang lain menggunakan pisau. Dia kemudian berlari ke arah Terminal Blok M. “Sempat diberi tembakan peringatan tapi pelaku malah menantang sehingga terpaksa dilumpuhkan,” katanya.

Dua korban segera dirawat di Rs Pusat Pertamina. Mereka adalah Ajun Komisaris Dede Suhatmi dan Brigadir Satu Syaiful Bakhtiar. Sedangkan pelaku teror yang diduga tewas, dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati.

Laporan terakhir menyebutkan kondisi dua anggota Brimob sudah stabil, setelah menjalani operasi. “Keduanya sudah dioperasi. Saat ini sedang dalam perawatan, kondisi keduanya stabil,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Minggu 2 Juli 2017.

Rikwanto menjelaskan tim dokter ahli bedah plastik sudah melakukan rekonstruksi perbaikan luka terhadap AKP Dede Suhatmi dan Briptu M. Syaiful Bahtiar di kamar operasi di Rumah Sakit Polri Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur. “Proses operasi keduanya berjalan lancar dan berhasil,” katanya. (Mlk)

article bottom ad