Home Nusantara Ancam Bunuh Diri, Remaja 16 Tahun dan Nenek 71 Tahun Ini Diizinkan...

Ancam Bunuh Diri, Remaja 16 Tahun dan Nenek 71 Tahun Ini Diizinkan Menikah, Namun…

SHARE
article top ad

Lengkiti, Sumsel, Mediabhayangkara.co.id – Sebuah video yang beredar di dunia maya dan menjadi viral memperlihatkan seorang remaja berusia 16 tahun, Selamat Riyadi, menikah dengan seorang nenek 71 tahun, Rohaya. Pernikahan itu terjadi di Kecamatan Lengkiti, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan.

Video tersebut tersebar berantai melalui berbagai jejaring media sosial dan aplikasi chating.

article inline ad

Kementerian Sosial pun melakukan pengecekan dan mendapati bahwa pasangan ini menikah di bawah tangan. Menteri Sosial Khofifah mengatakan sangat menyesalkan pernikahan yang melibatkan anak di bawah umur tersebut.

“Sehingga dipastikan tidak memiliki buku nikah. Sesuai dengan perkiraan awal saya, karena kalau menikah melalui Kantor Urusan Agama (KUA) jelas tidak mungkin karena mempelai prianya masih di bawah umur,” kata Khofifah, Rabu 5 Juli 2017.

Ia menyebut Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) kabupaten setempat telah mendatangi kediaman Selamat dan Rohaya untuk mengecek kebenaran informasi tentang pernikahan keduanya.

Dari surat pernyataan yang dibuat keduanya disebutkan bahwa mereka melangsungkan pernikahan di Desa Karang Endah secara siri. Adapun yang menikahkan atau menjadi wali Rohaya bernama Ibnu Hajar dengan dua orang saksi masing-masing bernama Komarudin dan Charles.

Dalam UU Nomor 1 Tahun 1974, jelas Khofifah, batas perkawinan minimal bagi pria adalah 19 tahun dan perempuan 16 tahun.

Setiap pria dan wanita yang belum mencapai batasan umur yang ditetapkan tidak boleh melangsungkan perkawinan kecuali atas permohonan keluarga ke pengadilan untuk diizinkan.

Pembatasan ini bertujuan agar setiap anak mendapatkan perlindungan dalam pemenuhan hak dasarnya terutama hak untuk mendapatkan pendidikan. Selain itu, agar setiap orang yang akan menikah telah memiliki kematangan berpikir, kematangan jiwa, dan kekuatan fisik untuk memenuhi tugas dan kewajiban dalam berumah tangga.

“Dalam UU Perkawinan juga disebutkan bahwa pegawai pencatat pernikahan tidak diperbolehkan melangsungkan atau membantu melangsungkan perkawinan bila Ia mengetahui antara lain adanya pelanggaran dari ketentuan batas umur minimum pernikahan,” ujar Khofifah.

Dalam kasus Selamat dan Rohaya, lanjut Khofifah, bisa jadi Selamat yang masih berstatus anak ini belum matang betul saat harus menyandang status dan tanggung jawab sebagai kepala rumah tangga.

“Rentang usia terpaut jauh bukan soal, namanya juga jodoh. Tapi ini soal pengantin pria yang masih dikategorikan anak dan masih di bawah umur,” kata dia.

Untuk itu, Kemensos akan berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) agar memberi edukasi kepada orangtua dan masyarakat sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Dalam UU 35/2014 tentang perubahan atas UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak, Pasal 26 ayat 1 butir C disebutkan, orangtua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak-anak,” ujar Khofifah.

Untuk diketahui, Selamat dan Rohaya menikah dipandu oleh Petugas Pembantu Pencatat Nikah (P3N) desa setempat atas nama Ibnu Hajar.

Prosesi pernikahan berlangsung sederhana dihadiri Kepala Desa Karangendah Cikani dan masyarakat serta perwakilan dari Polsek Lengkiti.

Meskpun dilaksanakan pada malam hari dan prosesi sangat sederhana, namun pernikahan berjalan dengan nuansa kebahagiaan.

Seperti dilansir dari laman Kompas.com, mempelai wanita yang sudah berusia lanjut dan memiliki beberapa cucu disebut tampak malu-malu. Setelah prosesi ijab kabul, mempelai wanita terlihat malu duduk merapat dengan pengantin pria.

Kapolsek Lengkiti Ipda Ahsum yang dikonfirmasi Senin 3 Juli 2017 membenarkan bahwa di wilayah Polsek Lengkiti telah terjadi pernikahan beda usia.

“Pernikahan ini terjadi atas dukungan semua masyarakat setempat, sebab pasangan ini mengancam akan bunuh diri bersama-sama apabila pernikahan mereka dilarang,” terang Ipda Ahsum.

Ahsum menambahkan, sebenarnya pasangan Rohaya dan Selamat Riyadi sudah lama ingin melangsungkan pernikahan.

Namun karena masyarakat masih belum berkenan lantaran perbedaan usia kedua mempelai terpaut sangat jauh, keinginan itu belum terpenuhi. (Mlk)

article bottom ad