Home Nusantara Arus Mudik Lebaran dan Lokasi Jalan Rawan Bencana

Arus Mudik Lebaran dan Lokasi Jalan Rawan Bencana

SHARE
article top ad

Jakarta, Mediabhayangkara.co.id – Arus Mudik Lebaran baru saja dimulai. Badan Geologi di Bandung membuat peta gerakan tanah atau tanah longsor yang perlu diwaspadai para pemudik.

Di jalur selatan Majenang-Banjar-Wangon, dengan potensi kerawanan di daerah Cikukun dan Lumbir. Kemudian daerah Gading, Sampuran, dan Bagelen, serta Wates pada jalur Purworejo-Wonosobo-Yogyakarta.

article inline ad

Di jalur tengah antara Purwokerto dan Tegal, daerah rawan berada di Pakuncen, Bumiayu, dan Winduaji. Daerah Belik dan Karangreja pada jalur Purbalingga-Pemalang, juga Leksono di jalur Banjarnegara-Wonosobo. Kemudian Ngablak di jalur Magelang-Salatiga, serta daerah Randublatung dan Doplang di jalur Cepu-Wonosari.

Pada jalur utara Jawa Tengah, daerah rawan gerakan tanah atau longsor meliputi daerah Alasroban di jalur Batang-Kendal, Sukorejo serta KM 23 dan 26 dari Kendal di jalur Weleri-Parakan. Kemudian di daerah Gombel, Jatingaleh, dan Ungaran di jalur Semarang-Ambarawa.

Sedangkan di wilayah Provinsi Jawa Timur, sebaran daerah rawannya mulai KM 17 hingga 21 dari Trenggalek sampai perbatasan dengan Ponorogo, juga KM 18-19 dan KM 32 dari Kepanjen di jalur Blitar-Malang.

Selanjutnya di jalur Kepanjen-Lumajang, Probolinggo-Sukapura, dan Sempolan, serta Merawah di jalur Jember-Banyuwangi.

Selain itu, di jalur mudik 2017 untuk Pare-Pacet-Pujon, Pasuruan-Tosari di daerah Ngadisari, jalur Situbondo-Besuki-Bondowoso, serta daerah Ketapang-Betekan di jalur Banyuwangi-Situbondo.

Badan Geologi juga membuat peta titik rawan gerakan tanah/tanah longsor pada jalur jalan di Jawa Barat.

Berikut ini titik rawan gerakan tanah dan longsor tersebut yang berpotensi terjadi dengan skala menengah hingga tinggi.

1. Jalur Ciawi-Cianjur, berpotensi longsor di Ciloto (Kilometer 88), Megamendung (Km 124), serta Puncak Pass
2. Jalur Jonggol-Cariu-Cianjur, titik rawan di daerah Cariu, Citaman dan Cimahi
3. Jalur Rangkasbitung-Bogor di Cipanas dan Lawangtaji
4. Jalur Sukabumi-Pelabuhanratu di Warungkiara
5. Jalur Cianjur-Sindangbarang di daerah Pagelaran dan Tanggeung
6. Jalur Bandung-Cianjur di Citatah Km 28,5 dan Cipatat
7. Jalur Bandung-Garut di Cimuncang (Km 11 dan 12) serta Nagreg
8. Jalur Garut-Tasikmalaya di Tenjowaringin Km 22,15 dan Cigangsa Km 15,1
9. Jalur Garut-Pameungpeuk di Km 27-28 Cisompet
10. Jalur Sumedang-Subang di Tanjungmedar
11. Jalur Padalarang-Purwakarta di Cianting, Wado, Cigentur, dan Nyalindung
12. Jalur Bandung-Sumedang-Kadipaten di daerah Cadas Pangeran, Nyalindung, dan Tomo
13. Jalur Ciamis-Kuningan di daerah Panawangan
14. Jalur Banjar-Pangandaran di Km 3,8
15. Jalur Majenang-Banjar di daerah Cikukun
16. Jalur Nagreg-Malangbong di daerah Lewo Km 64

Sebagai informasi, PT Jasa Marga mencatat sebanyak 434 ribu kendaraan telah keluar dari Jakarta melalui gerbang tol Cikarang Utama. Jumlah itu terhitung mulai 15 Juni hingga 19 Juni 2017. “Peningkatan kendaraan yang keluar dari Jakarta mengalami kenaikan sejak Kamis lalu,” kata Assistant Vice President Corporate Communication PT Jasa Marga, Dwimawan Heru, Selasa 20 Juni 2017.

Menurut Dwimawan, pada Kamis lalu jumlah kendaraan yang keluar Jakarta sebanyak 82 ribu unit. Angka itu meningkat 4,35 persen dibanding hari-hari normal. Peningkatan signifikan terjadi pada 19 Juni, karena volume kendaraan meningkat sebanyak 100 ribu atau 30,11 persen. “Kami terus berupaya meningkatkan pelayanan untuk pengguna jalan tol di musim mudik tahun ini.

Untuk mengetahui kepadatan lalu lintas di tol, PT Jasa Marga menyediakan layanan informasi real time yang dapat diakses melalui berbagai cara. Salah satunya adalah call center Jasa Marga di nomor telepon 14080 dan akun Twitter Jasa Marga di @PTJASAMARGA khusus informasi lalu lintas.

Selain itu ada juga aplikasi mobile JMCare dan akses CCTV Jasa Marga melalui mobile phone di http://m.jasamargalive.com.

“Kami mengimbau pengguna jalan tol memanfaatkan kanal-kanal informasi ini,” ujar Dwimawan. (Mlk)

article bottom ad