Home Dhana Google Setuju Bayar Pajak, Pemerintah Kini Targetkan Facebook

Google Setuju Bayar Pajak, Pemerintah Kini Targetkan Facebook

SHARE
article top ad

Jakarta, Mediabhayangkara.co.id – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan sudah adanya kesepakatan antara Google dan Indonesia mengenai pembayaran pajak perusahaan waralaba itu tahun 2016.

“Settlement (untuk pembayaran pajak) ditangani Kemenkeu. Sejauh ini perkembangannya positif,” ujar Rudiantara di kompleks Istana Kepresidenan, Rabu, 14 Juni 2017, dikutip dari Tempo.co.

article inline ad

Google diketahui belum menyelesaikan kewajiban pajaknya sejak September 2016. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus Muhammad Haniv, mengacu pada pendapatan iklan Google yang berjumlah sekitar Rp 11 triliun. Jika tidak segera dijalankan, Google bisa dikenai denda empat kali lipat dari nilai pajak yang tidak dibayarkan.

Rudiantara menyebut dirinya optimistis penanganan pajak Google berakhir lancar karena Google sendiri tidak ingin ada cacat keuangan atau administrasi. Cacat dalam kedua hal itu, kata dia, bisa berujung pada buruknya citra Google di Asia Tenggara.

“Citra mereka di Asia Tenggara lebih tinggi nilainya dibanding nilai settlement. Tinggal bagaimana Google berbicara dengan Kementerian Keuangan dan Dirjen Pajak saja nanti,” ujar Rudiantara.

Ditanyai berapa nilai settlement (pembayaran pajak) yang disepakati Google dan Kementerian Keuangan, Rudi enggan menjawab. Menurut dia, hal itu sebaiknya ditanyakan ke Kementerian Keuangan saja.

Adapun Menteri Keuangan Sri Mulyani juga enggan membeberkan nilai settlement pajak 2016 Google dengan Kementerian Keuangan. “Enggak ada komentar dulu ya soal itu,” ucapnya singkat.

Sri Mulyani sebelumnya mengatakan proses pengejaran pajak Google memang cukup panjang. Bahkan, ketika negosiasi terakhir, Google menolak membayar dengan alasan tagihan pajak di Indonesia jauh lebih besar dibandingkan Inggris.

Sri Mulyani pun penasaran. Ia sempat bertemu dengan Menteri Keuangan Inggris dan kemudian membahas pajak Google. Diketahui Inggris jadi salah satu negara yang sukses memaksa Google membayar pajak.

“Google bilang kok Indonesia mintanya ketinggian dari pada Inggris. Saya penasaran google bayar berapa ke kamu,” kata Sri Mulyani menirukan perbincangannya dengan Menteri Keuangan Inggris beberapa waktu lalu.

Permintaan Sri Mulyani diterima. Pemerintah Inggris dan Indonesia akhirnya bertukar data tentang persoalan Google. “Kita akhirnya saling tukar data,” jelasnya.

Tak lama setelah itu, Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) kembali memanggil Google. Data tunggakan pajak versi pemerintah yang seharusnya dibayarkan, pun diterima oleh Google.  “Jadi soal Google mereka sudah bayar,” ujarnya.

Sri Mulyani menyatakan dalam waktu dekat akan melanjutkan kepada perusahaan sejenis, seperti Facebook dan lainnya. “Kita akan lanjutkan Facebook dan lain-lain,” tandas Sri Mulyani. (Mlk)

article bottom ad