Home Liputan Utama Kisah Anak Gugat Ibunya 1,8 Miliar Demi Harta Warisan

Kisah Anak Gugat Ibunya 1,8 Miliar Demi Harta Warisan

SHARE
article top ad

Garut, Mediabhayangkara.co.id – Majelis Hakim menolak semua gugatan Yani Suryani dan suaminya Handoyo atas ibu kandung Yani, Siti Rokayah (85) alias Amih sebesar Rp 1,8 miliar dalam persidangan di Pengadilan Negeri Garut, Rabu 14 Juni 2017.

“Intinya semua gugatan penggugat ditolak dan penggugat jadi pihak yang kalah, tergugat menang,” ucap ketua majelis hakim Endratno Rajama usai memimpin persidangan Rabu.

article inline ad

Hakim juga memutuskan Yani dan Handoyo harus membayar biaya perkara senilai Rp 600.000 lebih.

Putusan hakim yang menolak semua gugatan langsung disambut keluarga Amih. Anak-anaknya satu persatu menghampiri Amih dan memeluknya.

Jopie Gilalo, penasihat hukum Handoyo dan istri yang jadi penggugat mengaku masih pikir-pikir menyikapi putusan majelis hakim dan akan segera membicarakannya dengan kliennya.

“Kita belum bisa mutuskan, nanti dibicarakan dulu,” katanya usai persidangan.

Yani dan Handoyo suaminya tidak tampak hadir dalam sidang pembacaan putusan tersebut.

Diketahui, berdasar informasi dari kedua belah pihak, masalah ini diawali oleh adanya salah paham antara pihak penggugat dan keluarga tergugat.

Yani dan Handoyo mengira bahwa rumah warisan milik Amih di Jalan Ciledug Nomor 196, Garut Kota, akan dijual oleh seorang saudaranya.

Mendengar kabar itu, Amih langsung menjelaskan bahwa betul rumah warisan itu akan dijual oleh dirinya bukan oleh salah satu anaknya.

“Bukan akan dijual oleh salah satu anak saya. Tapi rumah itu akan dijual oleh saya dan uangnya akan dibagikan ke 13 anaknya. Nah, khusus anaknya yang memiliki utang akan dipotong untuk membayar utangnya,” ungkap Amih.

Amih Sempat berharap kesalahpahaman itu bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Namun anak dan suaminya menolak.

Bahkan, setelah putusan pengadilan memenangkannya, Amih menegaskan dirinya tetap memaafkan Yani dan Handoyo.

“Bagaimanapun Yani anak Amih juga, pasti Amih maafkan, Handoyo juga menantu Amih, pasti dimaafkan,” katanya, usai sidang putusan.

Dia berharap, usai masalah ini Yani bisa kembali berkumpul bersama keluarganya di Garut untuk saling memaafkan dan pintu rumah selalu terbuka untuk Yani dan Handoyo. (Mlk)

article bottom ad