Home Praja Kasus Novel Terkatung-katung, Komnas HAM Pertanyakan Sikap KPK dan Polri

Kasus Novel Terkatung-katung, Komnas HAM Pertanyakan Sikap KPK dan Polri

SHARE
article top ad

Jakarta, Mediabhayangkara.co.id – Komisioner Komnas HAM Maneger Nasution mempertanyakan lambatnya pengungkapan kasus teror penyiraman air keras yang memakan korban penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Maneger menilai, besarnya kasus ini harusnya membuat Polri bekerja ekstra keras dan cepat. “Ini bukan kasus biasa, tapi kasus luar biasa,” kata komisioner Komnas HAM Maneger Nasution, Sabtu 10 Juni 2017.

article inline ad

Pengungkapan kasus itu menurutnya menjadi pertaruhan kredibilitas pimpinan KPK dan Polri. Maneger mengatakan publik bertanya-tanya bagaimana sebenarnya sikap pimpinan KPK dalam upaya penuntasan kasus itu.

“Ini ujian kredibilitas pimpinan KPK dan Polri. Publik bertanya-tanya, kenapa pimpinan KPK, kok publik tidak tahu sikapnya seperti apa. Pimpinan Polri, kenapa sampai sekarang belum bisa diselesaikan? Ada apa antara pimpinan KPK dan Polri,” ujarnya.

Maneger menyebut pelaku yang menyiram Novel mungkin orang terlatih. Dia juga mengatakan Novel sempat merasa curiga sejak setahun lalu bahwa dia dalam bahaya.

“Kenapa teman-teman kepolisian sulit menangkap? Berarti pelakunya terlatih, tetapi kita meyakini kemampuan teknis kepolisian kita memadai untuk mengungkap kasus ini,” ujar Maneger mencoba optimis.

Ia mengaku telah bertemu dengan pihak KPK dan Polri untuk membahas hal ini. Menurutnya, KPK dan Polri akan mengadakan pertemuan lagi dalam 2 minggu ke depan.

Selama waktu itu, Komnas HAM juga akan mendalami temuan-temuan baru. “Dalam 2 minggu ini kami akan mendalami isu yang janggal itu,” ucap Maneger.

Peniyidik KPK Novel Baswedan hingga saat ini masih menjalani perawatan di Singapura. Kondisi mata kanannya menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Sedangkan membran plasenta yang dipasang pada mata kiri Novel diputuskan untuk dicabut pada Senin 5 Juni lalu.

Novel diserang setelah menunaikan salat subuh di Masjid Al-Ihsan, Selasa 11 April 2017, di dekat kediamannya, di Jalan Deposito T Nomor 8, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. (Hend)

article bottom ad