Home Nusantara Sistem Pendaftaran Online Masuk SMA di Tangerang Berantakan, Wali Murid Geram

Sistem Pendaftaran Online Masuk SMA di Tangerang Berantakan, Wali Murid Geram

SHARE
article top ad

Tangerang, Mediabhayangkara.co.id – Pendaftaran masuk SMA/SMK Negeri melalui jalur online di Tangerang berantakan. Sejumlah orangtua siswa mengeluh sulit mengakses situs Dinas Pendidikan Provinsi Banten.

Para wali murid ini pun geram dengan sistem yang diterapkan pada pendaftaran siswa untuk tahun ajaran 2017. “Susah aksesnya, eror terus,” ujar Diding (46) satu dari orangtua murid, Kamis 8 Juni 2017, dikutip dari Warta Kota.

article inline ad

Diding mengaku kecewa karena proses pendaftaran online sangat rumit. Beberapa kali dicoba, namun tak kunjung terkoneksi pada situs yang dituju. “Ini sangat ribet dan menyita waktu. Kerja juga jadi terganggu untuk mendaftarkan anak masuk ke SMA,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Ahmad (49). Ia berniat mendaftarkan putranya ke SMA N 19 Balaraja, Kabupaten Tangerang. “Saya sudah akses dari handphone, ke warnet juga uda dicoba. Tapi tetep enggak bisa,” kata Ahmad.

Menurutnya, sistem pendaftaran saat ini lebih sulit dibandingkan tahun sebelumnya. “Bingung jadi makin ribet. Kenapa harus pakai sistem ini kalau memang enggak bisa? Kan jadi aneh kalau kaya seperti ini caranya,” ungkapnya.

Kepala Sekolah SMK N 1 Tangerang, Ariasandi menjelaskan, kesulitan untuk mengakses pendaftaran itu terjadi di domain Dinas Pendidikan Provinsi Banten. Dan bukan pada kewenangan di sekolah.

“Dari kemarin memang orangtua tidak bisa akses untuk mendaftar. Tapi kami mengimbau agar para wali murid bisa langsung datang ke sekolah – sekolah mendaftar secara manual, kami tetap layani,” ujar Ariasandi, Kamis.

Ia mengungkapkan pendaftaran dibuka sejak tanggal 6 – 10 Juni 2017. Namun ketika terjadi kesulitan untuk mengakses secara online maka diberikan kepanjangan waktu menjadi sampai 14 Juni 2017.

Staf Kantor Cabang Dinas Provinsi Banten, Maksis Salabi pun mengamini pendaftaran jalur online ini mengalami gangguan. “Memang sempat enggak bisa dibuka, tapi terus kami perbaiki agar dapat melayani semuanya,” ujarnya. (Mlk)

article bottom ad