Home Nusantara Lakukan Kekerasan dan Ancam Wartawan, FPII Aceh Kecam Anggota DPR Aceh Timur

Lakukan Kekerasan dan Ancam Wartawan, FPII Aceh Kecam Anggota DPR Aceh Timur

SHARE
article top ad

Aceh, Mediabhayangkara.co.id – Ketua Setwil Forum Pers Independen Indonesia ( FPII) Aceh, Ronny, mengecam aksi pengancaman serta tindak kekerasan yang dilakukan oknum anggota DPR Aceh Timur, MY, terhadap salah seorang wartawan mingguan Pikiran Merdeka, Iskandar, di Aceh Timur, Rabu 7 Juni 2017.

“Apapun alasannya, itu merupakan tindak kejahatan luar biasa terhadap Pers, apalagi pelakunya anggota dewan,” kata Ronny, Kamis 8 Juni 2017.

article inline ad

Ronny mendesak penegak hukum untuk segera menindak siapapun pelaku yang melanggar hak jurnalis dalam melaksanakan tugasnya memenuhi kebutuhan publik atas informasi.

“Wartawan itu bertugas dilindungi undang – undang demi kepentingan publik, maka penegak hukum wajib proses kasus ini hingga tuntas,” ujarnya.

Dia bahkan meminta kekuatan Pers Nasional turun tangan menyikapi persoalan kekerasan yang dialami wartawan di Aceh tersebut.

“Kejahatan terhadap insan Pers terkait pemberitaan seperti ini masih terus berulang, apalagi di depan anak dan istri korban, jadi jangan sampai kasus ini makan korban yang lebih tragis lagi nantinya,” tegas Ronny.

FPII Aceh\, sebutnya, akan mengawal kasus penganiayaan yang dialami Iskandar hingga tuntas.

“FPII Aceh akan kawal tuntas kasus ini, FPII Nasional juga turun tangan, agar kedepan tidak terulang lagi, dan arogansi kekuasaan seperti ini bisa dipangkas,” cetus Ronny.

Ronny mengaku tidak mengetahui secara pasti kebenaran kasus – diduga tindakan asusila – yang dituduhkan kepada MY. Namun ia menyayangkan apabila tindakan tidak terpuji seperti itu dilakukan MY yang adalah anggota dewan.

“Kan konyol, anggota dewan menyelesaikan masalah koq seperti itu, apalagi terhadap wartawan, ada koq hak jawab atau mekanisme lainnya . Ini lihat kan, akhirnya kembali ke dia juga akibatnya,” sebut Ronny.

Ia berharap, kasus asusila yang dituduhkan kepada MY dapat dituntaskan agar tidak berlarut – larut dan melebar ke arah yang tidak diinginkan.

“Kasus ini harus dibuka secara terang benderang, kalau salah ya salah, kalau nggak ya tutup saja, jangan ada kepentingan atau digantung hingga makan korban seperti ini. Semua pihak harus segera ambil tindakan tegas tuntaskan kasus MY tersebut,” tandasnya.

Dia mengatakan kasus ini sempat heboh di media massa dan media sosial sebelum hilang dari peredaran, “tanpa ada kejelasan akhirnya, hingga kasus pengancaman dan kekerasan terhadap iskandar tersebut mencuat.”

“Ini kan aneh, kasus ini koq kesannya sempat lenyap, ada apa? Makanya harus dituntaskan, supaya ada kejelasan dan MY sendiri tidak dirugikan secara berkepanjangan seperti ini,” imbuhnya.

Ronny berharap, kasus tersebut dapat diselesaikan dengan baik, dan tidak membawa dampak negatif bagi ketenteraman masyarakat serta pembangunan di Aceh Timur.

“Aceh Timur kan sedang giat membangun, harusnya kemitraan terhadap media dapat terjalin harmonis, agar pembangunan dan kemajuan dapat terus berlangsung pesat demi kepentingan masyarakat, bukan malah sibuk konflik dengan media begini,” pungkas Ronny. (Satria)

article bottom ad