Home Liputan Utama Interpol Bantah Telah Terima Surat Permohonan Penangkapan Habib Rizieq dari Kepolisian

Interpol Bantah Telah Terima Surat Permohonan Penangkapan Habib Rizieq dari Kepolisian

SHARE
article top ad

Jakarta, Mediabhayangkara.co.id – Sekretaris National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia Brigjen Naufal Yahya menyatakan pihaknya belum menerima permohonan dari Polri soal penerbitan red notice atau permintaan kepada Interpol di seluruh dunia untuk menangkap imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Pernyataan itu sekaligus menganulir ucapan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan sebelumnya yang menyebut kepolisian telah mengajukan permohonan penerbitan red notice kepada Interpol.

article inline ad

“Belum kami terima hingga saat ini. Ada SOP,” kata Naufal Senin 5 Juni 2017.

Naufal menjelaskan mekanisme atau tahapan yang harus dilalui dalam permohonan penerbitan red notice. Menurutnya, setelah diajukan oleh Polda Metro Jaya, permohonan tersebut akan ditelaah oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri terlebih dahulu.

Kemudian Biro Pengawasan Penyidikan Bareksrim akan melangsungkan gelar perkara untuk menentukan apakah permohonan layak untuk diajukan kepada Interpol.

Tahap terakhir, NCB Interpol Indonesia mengajukan permohonan ke Interpol pusat untuk selanjutnya diteruskan kepada Interpol Arab Saudi.

Naufal mengatakan, penerbitan red notice hanya dilakukan terhadap tersangka yang terkait sejumlah kasus. Namun, dia menolak menjelaskan secara detail jenis kasus yang tersangkanya dapat dimasukkan ke dalam red notice Interpol.

Pelaksanaan pengajuan permohonan red notice di Indonesia berdasarkan pada Undang-undang Nomor 1 Tahun 1979 tentang Ekstradisi. Dalam regulasi tersebut diatur bahwa ada 32 tindak kejahatan yang dapat diekstradisikan.

Dari jumlah itu, kasus Rizieq yang terkait dengan dugaan tindak pidana pornografi tidak termasuk dalam daftar kejahatan yang dapat diekstradisikan.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Metro Jaya meminta bantuan seluruh markas kepolisian di Indonesia untuk menemukan Rizieq Shihab yang telah masuk dalam daftar pencarian orang. Foto tokoh FPI itu pun akan segera dipajang untuk diketahui khalayak ramai.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan, foto tersangka kasus percakapan berkonten pornografi dengan Ketua Yayasan Solidaritas Keluarga Cendana Firza Husein itu akan dipajang di seluruh markas kepolisian, mulai dari tingkat resor hingga sektor.

“Sudah kami sebarkan ke kepolisian resor ya. Nanti ke kepolisian sektor,” kata Argo.

Sementara itu Rizieq Shihab berencana mengajukan permohonan suaka politik ke Kerajaan Arab Saudi jika visanya habis masa berlaku. Tersangka kasus pornografi itu kini berstatus buron dan belum berencana pulang ke tanah air untuk menjalani proses hukum.

Salah satu kuasa hukum Rizieq, Sugito Atmo Pawiro mengaku tak khawatir dengan izin tinggal kliennya yang bakal habis. Ia menyebut ada langkah lain agar kliennya tetap bisa tinggal. “Ada cara lain, diperpanjang atau (ajukan) suaka politik dulu,” kata Sugito Minggu 4 Juni malam.

Sudah sekitar satu bulan Rizieq berada di tanah suci. Sugito mengaku tak khawatir dengan kabar penerbitan red notice oleh pihak kepolisian. Ia mengklaim Kerajaan Arab Saudi sudah mengetahui jika kasus yang melilit kliennya itu politis.

“Saudi sudah tahu kalau perkara ini politik, bukan perkara yang dipersyaratkan yang bisa keluar red notice, seperti kasus korupsi, obat-obatan terlarang atau pelanggaran HAM,” ujarnya. (Mlk)

article bottom ad