Home Asia Arab Saudi-Qatar Putuskan Hubungan Diplomatik, Bagaimana Nasib TKI dan Jamaah Umrah Indonesia?

Arab Saudi-Qatar Putuskan Hubungan Diplomatik, Bagaimana Nasib TKI dan Jamaah Umrah Indonesia?

SHARE
article top ad

Riyadh, Mediabhayangkara.co.id – Arab Saudi secara mengejutkan mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan negara tetangga, Qatar.

Seperti dilansir Reuters, Senin 5 Juni 2017, kabar ini sangat mengejutkan karena kedua negara bertetangga itu selama ini dikenal sebagai sekutu akrab dalam berbagai peristiwa politik di Timur Tengah.

article inline ad

Kantor berita Arab Saudi juga mengumumkan negara itu menutup kontak udara dan darat dengan Qatar. “Ini adalah hak kami sebagai negara berdaulat untuk mencegah bahaya terorisme,” demikian laporan resmi kantor berita Arab Saudi.

Bahkan koalisi yang dipimpin Arab Saudi dalam pertempuran di Yaman, membatalkan partisipasi pasukan Qatar.

Sejumlah laporan analis politik internasional menyebut Arab Saudi menuding Qatar tarmendukung Al Qaida dan ISIS di sejumlah negara.

Langkah Arab Saudi ini menyusul upaya serupa dari Bahrain. Pada Senin dini hari, Bahrain menyatakan menarik korps diplomatiknya dari Qatar dan mengusir korps diplomatik Qatar dari negaranya. Bahrain juga memberi batas waktu dua pekan bagi warga Qatar yang berada di negaranya untuk segera hengkang.

Adapun, paska pemutusan hubungan diplomatik, Manajemen Qatar Airways menghentikan semua penerbangan ke Arab Saudi. Keputusan salah satu maskapai elit Timur Tengah itu dinilai akan berimbas kepada jamaah umrah asal Indonesia.

“Qatar Airways terbang 3 kali sehari (Jakarta-Doha) dan sebagian besar adalah penumpang untuk umrah. Bisa bayangin berapa orang yang kena (dampaknya),” ujar pengamat penerbangan Gerry Soejatmankepada, Senin 5 Juni 2017.

Selama ini, penerbangan Qatar Airways rute Jakarta-Madinah via Doha memang menjadi salah satu opsi penerbangan umrah bagi masyarakat Indonesia. Frekuensi penerbangannya pun terbilang cukup banyak yakni 21 kali dalam seminggu.

Dampak penutupan penerbangan tidak hanya dirasakan oleh jamaah haji yang akan berangkat. Bagi jamaah umrah yang sudah terlanjur membeli tiket Qatar Airways dan akan pulang ke Indonesia juga dipastikan akan kena getahnya.

Hal ini tentu saja membiat pusing biro perjalanan umrah yang sudah mempersiapkan perjalanan jamaah umrah menggunakan maskapai Qatar Airways. “Mau mulangin mereka juga tidak akan gampang, banyak sekali penumpang yang harus dipindahkan maskapai. Untuk yang mau berangkat juga lebih baik ditunda. Dampak besar ada di travel agent umrah,” kata Gerry.

Selain jamaah umrah dan biro perjalanan, Gerry juga menilai keputusan Qatar Airways itu akan berdampak pada nasib tenaga kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi. Selama ini, turutnya, banyak TKI yang memilih penerbangan Qatar Airways untuk pulang ke Indonesia.

“Mana ini mau Lebaran pula. Untuk pindah maskapai juga sudah tidak akan gampang dan murah. Ini juga lagi high season summer,” ucapnya.

Untuk diketahui, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain bahkan telah menarik duta besar mereka dari Qatar karena negara itu dianggap tidak menaati kesepakatan untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri anggota negara Teluk.

Ketiga negara tesebut, dalam pernyataan bersama, mengatakan penarikan itu dilakukan demi kepentingan melindungi keamanan dan stabilitas negara.

Menurut laporan yang diwartakan oleh kantor berita Saudi, Rabu, 5 Februari 2014, keputusan memanggil pulang duta besar diambil karena Qatar tidak menaati pakta keamanan untuk tidak intervensi urusan dalam negeri negara-negara lainnya yang tergabung dalam Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).

Dalam sebuah pernyataan bersama yang disampaikan ketiga negara itu, Qatar dianggap gagal menaati prinsip-prinsip sebagai anggota GCC.

Joseph Kechichian dari King Faisal Centre for Research & Islamic Studies di Riyadh, Arab Saudi, mengatakan kepada Al-Jazeera bahwa penarikan itu sepertinya bersumber dari pakta keamanan. Sebab, Qatar termasuk negara yang mendukung pakta tersebut.

“Hal ini mencerminkan ada perbedaaan politik mendasar di antara anggota GCC, terutama antara Qatar sebagai satu negara dan lima negara lainnya terhadap masalah Al-Ikhwan al-Muslimun, yang tidak hanya muncul di kawasan GCC, tapi juga di Mesir,” kata Kechichian. (Mlk)

article bottom ad