Home General PAN Tanggapi Kabar Amien Rais Terima Uang Hasil Korupsi Alkes

PAN Tanggapi Kabar Amien Rais Terima Uang Hasil Korupsi Alkes

SHARE
article top ad

Jakarta, Mediabhayangkara.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mendalami dugaan penerimaan uang sebesar Rp600 juta oleh Amien Rais dari kasus korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) di era Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari.

“Nanti akan didalami oleh penyidik. (Kelanjutannya) tergantung evaluasi penyidik,” kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, Kamis 1 Juni 2017.

article inline ad

Pada sidang pembacaan tuntutan terhadap Siti Fadilah, Rabu 31 Mei 2017 malam, terungkap aliran uang dugaan korupsi pengadaan alkes guna mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) tahun 2005 itu diterima Amien Rais. Jaksa Penuntut Umum KPK Iskandar Marwanto menyebut Amien Rais menerima aliran dana hingga Rp600 juta yang ditransfer sebanyak enam kali.

Transfer ke pendiri partai Partai Amanat Nasional itu pertama kali dilakukan pada 15 Januari 2007, kemudian 13 April 2007, 1 Mei 2007, 21 Mei 2007, 13 Agustus 2007, dan 2 November 2007 dengan masing-masing transfer Rp100 juta.

Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno berharap tak ada kepentingan tertentu yang menyelinap dalam perkara korupsi pengadaan alat kesehatan ini.

“Kami berharap proses hukum berbasis fakta hukum yang jelas, kredibel, dan tidak disusupi kepentingan lain,” kata Eddy, Jumat.

Selain Amien Rais, mantan Ketua Umum PAN Sutrisno Bachir disebut turut menerima dana Rp250 juta pada 26 Desember 2006.

Eddy mengatakan, ia hingga kini belum mau berspekulasi dan berasumsi mengenai dakwaan yang dibacakan. Jajaran PAN disebut menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.

“Sebagai warga negara yang menjunjung tinggi supremasi hukum, kami berharap proses hukum berjalan fair dan transparan,” ucapnya.

Hingga kini, PAN disebut belum menggelar rapat internal untuk membahas perkara ini atau langkah yang akan diambil.

Amien Rais sendiri telah menyatakan bakal menemui pimpinan KPK untuk mengklarifikasi dugaan penerimaan uang tersebut. Pertemuan akan dilakukan Senin mendatang 5 Juni mendatang.

Mantan Ketua MPR ini berkata, ia tak hanya akan membicarakan fakta persidangan yang diungkap jaksa dalam sidang Siti Fadilah. Ia berniat membahas dugaan skandal korupsi dua tokoh besar di Indonesia. (Mlk)

article bottom ad