Home Liputan Utama Rayakan Ramadhan dengan Berziarah ke 4 Masjid Bersejarah di Tangerang Ini

Rayakan Ramadhan dengan Berziarah ke 4 Masjid Bersejarah di Tangerang Ini

SHARE
article top ad

Tangerang Selatan, Mediabhayangkara.co.id – Wisata religi kini tengah menjadi trend di kalangan masyarakat. Berziarah ke situs-situs religius sambil menikmati keindahan yng disajkian mulai menjadi alternatif jemaat sekaligus umat beragama yang ingin menjauh sejenak dari rutinitas pekrjaan. Salah satunya adalah dengan berkunjung ke masjid-masjid.

Dengan berkunjung ke masjid, terutama masjid yang mempunyai keunikan dan nilai sejarahnya kental, siapa saja dapat mempelajari banyak hal. Selain belajar sejarah, pengunjung bisa menikmati bentuk bangunan dan mendalami ilmu agama.

article inline ad

Berikut masjid di Tangerang Selatan yang unik dan bersejarah serta cocok kunjungi saat Bulan Suci Ramadan.

1. Masjid Al-Jihad Ciputat

Masjid Al-Jihad Ciputat, Masjid yang tepat berada di arah utara Pasar Ciputat, Tangsel ini merupakan salah satu masjid bersejarah yang masih berdiri kokoh di tengah pesatnya bangunan di sekelilingnya .

Masjid ini dibangun pada tahun 1940an ini, pada mulanya hanya musala kecil yang terbuat dari bilah bambu beratapkan ijuk.

Musala ini dibangun oleh seorang saudagar keturunan Arab, Tuan Salim yang telah lama menetap dan memperistri seorang putri kaya keturunan Tionghoa.

Rumah ibadah umat Muslim ini merupakan yang pertama di ciputat yang diwakafkan tuan Salim bagi para penduduk muslim saat itu .

Sisi sejarah Masjid inipun tak lepas dari peranan tokoh-tokoh besar ulama di Indonesia, salah satunya adalah Buya Hamka.

Sewaktu masih hidup, ulama kharismatik yang pernah menjadi ketua MUI itu banyak memberikan kontribusi pada pengembangan Masjid Agung Al-Jihad.

Pada masa itu, Masjid Agung Al-Jihad dijadikan sebagai pusat peribadatan dan dakwah Islam di Ciputat dan kawasan sekitarnya. Lokasinya strategis karena dekat dengan Pasar Ciputat dan Kampus UIN Jakarta (dahulu IAIN Jakarta) membuat Masjid Agung ini selalu ramai didatangi jamaah.

2. Masjid Bani Umar Pondok Aren

Masjid dengan model arsitektur epic ini diresmikan pada 10 Oktober 2008 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dilihat dari sejarahnya, Masjid Raya Bani Umar didirikan atas dasar prakarsa keluarga mantan wakil presiden Indonesia periode 1983-1988, yaitu Umar Wirahadikusumah.

Kompleks Masjid Raya Bani Umar sendiri berdiri di atas lahan seluas 1,2 hektar, persis berada di pinggir Jalan Graha Raya Bintaro Jaya, Pondok Aren. Masjid ini tak memiliki kubah seperti kebanyakan masjid lainnya.

Masjid tak berkubah ini dirancang arsitek Fauzan Noe’man yang dikenal dengan karya berbagai desain indahnya, seperti Masjid At-Tin Taman Mini, Jakarta Islamic Center, Al-Markaz Makassar, dan Masjid Raya Batam.

3. Masjid Al Ikhlas Cilenggang

Masjid yang keberadaanya terletak di RT 06/02 Kelurahan Cilenggang, Serpong ini memang tidak banyak diketahui oleh masyarakat luas karena letaknya yang berada persis di tengah perkampungan warga. Namun demikian tak menghilangkan kesan sakral dan bersejarah masjid tersebut.

Masjid Al-Ikhlas berdiri atas pakarsa Raden Muhammad Atief (Tubagus Atief) yang merupakan salah satu Panglima Perang Kesultanan Banten pada waktu itu.

Saat itu Tubagus Atief ditugaskan Ayahandanya Sultan Ageng Tirtayasa untuk membantu masyarakat Tangerang melawan penjajahan Belanda sekaligus menyiarkan agama Islam. Atas Jasanya kepada masyarakat Cilenggang saat itu, masyarakat kemudian menikahkan Raden Muhammad Atief (Tubagus Atief) dengan Siti Almiyah wanita asli Desa Cilenggang dengan mas kawin Masjid Jami Al Ikhlas (dahulu disebut Surau atau Tajug) yang sekarang masih berdiri.

Tubagus Atief sendiri wafat dan dimakamkan di Pemakamam Kramat Tajug, Serpong tak jauh dari lokasi masjid ini berdiri

4. Masjid Jabalurahmah Situ Gintung Ciputat

Masjid Jabalurahmah Situ Gintung adalah saksi bisu betapa dahsyatnya bencana jebolnya tanggul Situ Gintung yang menewaskan ratusan korban jiwa Maret 2009 silam.

Dalam Musibah tersebut, Masjid dua lantai yang berjarak hanya 50 meter dari titik jebolnya tanggul Situ Gintung ini hanya menderita kerusakan kecil; dua kusen jendela dan satu buah pintu yang jebol terhantam arus.

Bangunan masjid ini berdiri kokoh Sementara, hampir semua bangunan di sekitarnya nyaris rata ditelan lumpur. (Mlk)

article bottom ad