Home Niaga Sri Mulyani: Ada Rp 2.067 Triliun Aset WNI Disimpan Di Luar Negeri

Sri Mulyani: Ada Rp 2.067 Triliun Aset WNI Disimpan Di Luar Negeri

SHARE
article top ad

Jakarta, Mediabhayangkara.co.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan berdasarkan hitungannya, ada sekitar Rp 2.067 triliun aset orang Indonesia yang disimpan di perbankan negara lain.

Untuk alasan itulah pemerintah, tuturnya, berketetapan mengikuti aturan internasional terkait Automatic Exchange of Information (AEoI). Beberapa pekan lalu pemerintah juga menerbitkan Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 1 tentang Akses Keterbukaan Informasi Data Perbankan Untuk Kepentingan Perpajakan.

article inline ad

Selain ekonomi yang mengalami pelemahan, keterbatasan Indonesia dalam mengakses informasi data nasabah menyebabkan rendahnya rasio pajak dan cenderung turun dalam beberapa tahun.

“Kami perkirakan masih ada potensi Rp 2.067 triliun aset orang Indonesia yang disimpan di luar negeri,” ujar Sri Mulyani di gedung DPR RI, Jakarta, Senin 29 Mei 2017.

Indikasinya terlihat dari riset Mckinsey, terkait aset under management terdapat sekitar Rp 3.250 triliun harta kekayaan dari high network individual Indonesia yang berada di luar negeri.

Kemudian total deklarasi aset pajak di luar negeri ketika program tax amnesty. Tercatat jumlah uang sekitar Rp 1.036 triliun tersebar di British Virgin, Hong Kong, Cayman Island dan Australia.

Informasi yang didapatkan dari aset yang sudah terdeklarasi itu amat penting sebagai basis data perpajakan Indonesia. Dana repatriasi dari 5 negara seperti Singapura mencapai Rp 85,3 triliun, Cayman Island Rp 16,5 triliun, Hong Kong, British Virgin dan China.

Dengan adanya komitmen AEoI, pemerintah percaya akan lebih mudah bagi otoritas pajak untuk bisa mengejar potensi yang selama ini sulit disentuh.

“Pada 2014 di Brisbane Summit, negara anggota G 20 sepakat menerapkan AEoI pada 2017 dan 2018, kesepakatan tersebut dituangkan dalam bentuk penandatanganan nota kesepahaman sebagai landasan hukum untuk mengimplementasikan,” pungkas Sri Mulyani. (Hend)

article bottom ad