Home Aneka Kiat Berolahraga Bagi Mereka yang Menjalankan Ibadah Puasa

Kiat Berolahraga Bagi Mereka yang Menjalankan Ibadah Puasa

SHARE
article top ad

Jakarta, Mediabhayangkara.co.id – Puasa bukan halangan untuk tetap berolahraga. Tentu ada beberapa hal yang berbeda dalam melakukannya mengingat kondisi tubuh selama berpuasa tak sama dengan di saat tidak puasa.

Tetap berolahraga merupakan salah satu cara penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima selama menjalani puasa. Selain tentu saja memperhatikan kebutuhan gizi dan asupan nutrisi.

article inline ad

Namun perlu diperhatikan, perubahan pola makan saat berpuasa tentu membuat olahraga di masa puasa menjadi tantangan tersendiri. Jika tidak bijak menyiasatinya, bukan tidak mungkin olahraga justru akan berdampak buruk bagi kesehatan.

Lantas bagaimana caranya berlahraga di bulan Ramadan tanpa membawa dampak buruk bagi tubuh?

National Fitness Training Manager Fitness First Indonesia, dokter Alia Basalamah, seprti dikutip dari Bisinis.com, Senin 29 Mei 2017, mengatakan waktu terbaik untuk berolahraga adalah 30-60 menit sebelum buka puasa dan 60 menit setelah buka puasa. Tujuannya untuk membantu mempermudah rehidrasi – menormalkan kondisi cairan dalam tubuh.

Menurutnya, olahraga penting dilakukan karena masyarakat cenderung menjalani pola hidup yang kurang selama bulan puasa.

Setelah berpuasa selama kurang lebih 13 jam, kebanyakan orang Indonesia memilih untuk mengkonsumsi segala jenis makanan, terutama yang berkadar gula tinggi dalam jumlah banyak yang juga disertai dengan berkurangnya waktu tidur.

Hal tersebut dapat menyebabkan penurunan konsentrasi yang mengganggu kegiatan sehari-hari termasuk kegiatan beribadah.

“Umumnya, kita memiliki waktu tidur selama 8 jam dan bangun untuk aktivitas sehari-hari selama 16 jam. Namun, selama bulan Ramadan, terjadi beberapa perubahan waktu tersebut,” ujar Alia.

Hal penting lainnya, apa pun jenis olahraga atau bergerak badan, hendaknya bukan jenis yang berat (high impact), cukup kategori sedang atau low impact saja. Terlebih bukan pula jenis yang kompetitif agar tak sampai terkuras seluruh tenaga yang tersisa, selain tak perlu kehilangan lebih banyak cairan tubuh.

Terjadinya kehilangan cairan tubuh (dehidrasi), merupakan bahaya yang tak boleh terjadi. Kalau itu terjadi juga, alih-alih menyumbangkan kondisi bugar, jika kehabisan cairan tubuh, akan buruk dampak kesehatannya. Belum lagi kalau kadar gula darah ikut anjlok terpakai oleh energi olahraga yang berlebihan.

Selama berpuasa kadar gula dalam darah berada pada level rendah. Tergantung seberapa cukup cadangan gula dalam hati, dan seberapa memadai asupan kalori selama sahur, setiap orang memiliki ambang anjloknya gula darah masing-masing. Makin rendah cadangan gula, dan makin kecil porsi waktu sahur, makin cepat gula darahnya turun.

Kalau pilihannya low impact, bisa memilih jalan cepat (brisk walking), bersepeda santai, taichi, atau yoga. Bukan berkeringat benar yang kita kejar, melainkan apakah degup jantung sudah memasuki zona aerobik. Bagi yang berumur 25 tahun, dapat dihitung zona aerobik cukup 60% dari 225- (umur) atau minimal meraih sekitar 120 degup/menit.

Supaya penguapan dan peluh tidak berlebihan, kegiatan jasmani apa pun selama berpuasa sebaiknya dilakukan di tempat yang sejuk. Tujuannya untuk mengejar degup jantung, dan bukan memeras keringat. Kelewat berkeringat malah mengancam terjadinya dehidrasi. Dalam kondisi berpuasa, keseimbangan cairan tubuh rentan goyah.(Mlk)

article bottom ad