Home Nusantara IWO Sumut Kecam Tindakan Penganiayaan Terhadap Kontributor iNews TV

IWO Sumut Kecam Tindakan Penganiayaan Terhadap Kontributor iNews TV

SHARE
article top ad

Medan, Mediabhayangkara.co.id – Seorang kontributor iNews Tv biro Medan, Adi Palapa Harahap menjadi korban kekerasan dan penganiayaan oleh sejumlah preman di kediamannya di Pasar 3 Mabar Hilir, tepatnya di depan sekolah Inpres Pelita, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan.

Korban didatangi sekelompok preman dengan mengendarai 1 unit mobil pribadi dan 1 unit kendaraan roda dua (sepeda motor), pada Kamis 23 Maret 2017, sekira pukul 21.30 WIB.

article inline ad

Akibatnya, para preman yang berjumlah belasan yang diduga suruhan pemilik gudang semen ilegal di Jalan Haji Anif tersebut, memukuli korban hingga mengalami luka memar di bagian bibir, wajah, kepala, dan dada. Atas kejadian itu, korban pun melaporkan Polda Sumut.

Kepada sejumlah wartawan, korban mengatakan kalau aksi penyerangan serta menganiayaan tersebut terkait pemberitaan yang pernah disorotinya tentang penyerobotan lahan di Jalan Haji Anif, Deliserdang, yang dilakukan oleh mafia berinisial PS.

Diduga PS dibekingi oleh puluhan preman dan 2 oknum aparat dari kepolisian Polda Sumut berinisial, S dan seorang dari pasukan Marinir.

“Mereka tidak senang atas pemberitaan yang menyebut mereka menjual tanah dan mengusik keberadaan gudang ilegal pemasok semen di daerah tersebut, yang sudah 2 kali dirazia namun tetap beroperasi,” kata Adi kepada wartawan, Jumat 24 Maret 2017.

Menanggapi kejadian tersebut, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Sumatera Utara  (Sumut) Royman S Purba menyesalkan maraknya tindak kekerasan terhadap jurnalis di Sumatera Utara khsusnya di Kota Medan.

Tindakan kekerasan  terhadap jurnalis dalam melakukan tugas jurnalistik adalah bentuk nyata pembangkangan terhadap Undang-undang (UU) Pers Nomor 40 tahun 1999.

“Undang-undang tersebut dengan tegas menyatakan bahwa jurnalis dilindungi dari tindak dan atau perampasan alat-alat kerja, serta tidak boleh dihambat atau diintimidasi oleh pihak manapun,” kata Royman Jumat 24 mEI 2017.

Menurutnya, pengusutan mendalam harus dilakukan oleh Panglima TNI/Kapolri, termasuk bila ada aparat yang terlibat. “Melakukan evaluasi terhadap jajaran di bawahnya tentang tugas pokok prajurit dalam melindungi dan mengayomi masyarakat, mengingat kasus pemukulan terhadap jurnalis makin kerap terjadi,” kata dia.

Penyelesaian kekerasan terhadap wartawan melalui jalur hukum akan lebih baik. “Penyelesaian secara hukum akan memberi rasa adil kepada para korban,” ujarnya.

Royman juga meminta penegak hukum memberikan hukuman yang seberat-beratnya bagi para pelaku.¬† “Pelaku harus dihukum seberat-beratnya,” ujarnya didampingi Sekertaris IWO Sumut Sugandhi Siagian. (Satria)

article bottom ad