Home Kesehatan BPOM Banten Khawatir Maraknya Perederan Obat Tradisional

BPOM Banten Khawatir Maraknya Perederan Obat Tradisional

SHARE
article top ad

Tangerang Selatan, Mediabhayangkara.co.id – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Propinsi Banten menggelar sosialisasi penggunaan obat tradisonal. Sosialisasi bertema “Sudah Amankah Obat Tradisional Yang Anda Konsumsi”, itu diadakan di jl RE. Martadinata, Kel Cipayung, Kec Ciputat, Kota Tangsel, Sabtu 20 Mei 2017.

Kegiatan dihadiri anggota DPR RI Dapil Banten III Siti Masrifah, Kepala BPOM Banten Nurjaya Bangsawan, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Tangsel H. Apendi dan Kasie Informal  Pengawasan Obat dan Makanan dari Dinas Kesehatan Kota Tangsel Indra Gunawan. Selain itu hadir pula kurang lebih ribuan ibu – ibu lanjut usia.

article inline ad

H. Apendi dalam pemaparannya mengatakan Pemkot Tangsel berkomitmen memberikan pelayanan dasar untuk kesejahteraan masyarakat. “Kita sudah merancang Raperda Kesetaraan Gander. Kedepan, Pemkot Tangsel sedang merencanakan bangun 3 (tiga) RS type C salah satunya di Kecamatan Pondok Aren,” ujarnya.

Sementara itu, Nurjaya Bangsawan mengutarakan, tujuan dari kegiatan ini untuk mencegah penggunaan Obat Tradisional atau jamu yang mengandung bahan kimia, mengingat banyak beredar obat jenis itu di tengah masyarakat termasuk di Kota Tangsel. “Kami hadir memberikan keterangan, edukasi, dan informasi kepada masyarakat,”ujarnya.

“Bagaimana sih, Obat Tradisional yang dapat diminum untuk melindungi kesehatan masyarakat.”

Siti Masrifah selaku anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi Kesehatan, Ketenagakerjaan, BPOM, dan Kependudukan mengajak masyarakat Tangsel untuk melapor bila menemukan pabrik obat tradisional. Siti mengatakan, BPOM telah ada MOU dengan pihak terkait dalam hal penyelidikan dengan pihak kepolisian. “Kalau ada yang mencurigakan tolong dilaporkan, nggak usah takut,” tegasnya. “Karena tugas dan fungsi DPR termasuk membuat anggaran dan advokasi kepada masyarakat,” katanya.

Masih menurut dia, obat tradisional yang diproduksi memiliki aturan yang wajib diperhatikan oleh produsen untuk tidak melanggarUU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, UU No. 7 Tahun 1996 tentang Pangan, UU No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, PP No 69 Tahun 1999 Tentang Label dan Iklan Pangan, PP No 28 Tahun 2004 Tentang Keamanan Mutu dan Gizi Pangan.

“Ilegal atau tidak, harus diketahui masyarakat di sini,” ujarnya, saat mendengar dan melihat hasil tes yang dilakukan petugas BPOM Prop Banten terhadap sampel makanan yang diambil dari Pasar, tidak jauh dari lokasi kegiatan.

Berdasarkan  hasil uji lab itu, dari 15 sampel makanan, terdapat 2 jenis makanan diduga mengandung formalin, yakni tahu putih dan mie. (Lingga)

article bottom ad