Home Nusantara Paku Banten Indonesia Bertekad Rekatkan Nusantara melalui Budaya

Paku Banten Indonesia Bertekad Rekatkan Nusantara melalui Budaya

SHARE
article top ad

Tangerang, mediabhayangkara.co.id – Melalui Pagelaran Seni dan Budaya Nusantara yang menampilkan berbagai ragam tari, pencak silat, barongsai, thai chi, debus dan zikir bersalawat, Paku Banten Indonesia bertekad menjadi garda terdepan untuk menjaga keutuhan Indonesia yang belakangan ini dicemari oleh perbedaan yang semakin menjauhkan persaudaraan sebangsa dan setanah air.

“Acara yang bertemakan “Jawara Berbudaya dan Berzikir” ini dilaksanakan di Lapangan Jombang dengan dukungan kalangan swasta yaitu RS. IMC Bintaro, Media Bhayangkara, serta dukungan masyarakat seni,” ujar TB Asep Ansori kepada Media Bhayangkara, Sabtu (13/5).
Sayangnya, kata Abah Asep, pagelaran yang diramaikan masyarakat seni se-Jabodetabek ini kurang mendapatkan perhatian dari aparat pemerintah setempat.  Kendati diundang, Walikota Tangerang Selatan Airin, tidak nampak hadir.

article inline ad

Dalam sambutannya sesepuh Paku Banten Indonesia, Akim Mustaya (70), mengatakan bahwa Jawara bukanlah lambang jagoan sebagaimana yang dianggap masyarakat.  “Jawara adalah singkatan dari jujur, wani dan ramah.  Jawara adalah warisan leluhur Banten yaitu satria Banten yang jujur, berani dan ramah.  Ijasahnya golok,” kata dia.  Golok itu sendiri, lanjutnya, berasal dari bahasa China yaitu go (lima) dan lak (enam).  Lima adalah Pancasila dan enam kebaikan.

Dikatakan bahwa Banten adalah bagian penting bagi Nusantara.  “Nusantara ini diawali di Banten. Bangsa Portugis, Myanmar, Jepang, Belanda, China pertama kali mendarat di Banten.  Islam pun pertama mendarat di Banten, bahkan nomor polisi diawali dengan huruf A, juga di Banten,” kata Mustafa.

Oleh sebab itu, Banten sebagai mercusuar Nusantara wajib menjaga keutuhan Indonesia.  “Hancurnya Banten akan menghancurkan seluruh Indonesia, oleh sebab itu kita wajib menjaga keutuhan Banten dan menjadikan mercusuar Nusantara yang selama ini sudah dikenal sampai ke mancanegara,” tandasnya.

Dalam kesempatan ini ditampilkan pula zikir yang dipimpin oleh Habib Salim dari Majelis Zikir RI, Laskar Islam Banten, Sahabat dan Kerabat (Babat) Banten, Thai Chi Tangerang, Barongsai Liong Tangerang, Tari Anggrek, Debus dari Perguruan Silat Depok dan Salawat Sunda Wiwitan dan pelepasan burung merpati sebagai lambang perdamaian.(aen)

article bottom ad