Home Kesehatan Peneliti Berusaha Temukan Cara Menghapus Kenangan Buruk Manusia

Peneliti Berusaha Temukan Cara Menghapus Kenangan Buruk Manusia

SHARE
article top ad

Jakarta, Mediabhayangkara.co.id – Walau terkesan mustahil, sejumlah peneliti dilaporkan sedang berusaha menemukan cara menghapus kenangan buruk dari seseorang.

Mengutip Witty Feed, dalam proses penelitiannya, mereka menemukan bahwa sebenarnya memori manusia tidaklah permanen. Ada banyak senyawa kimia dalam otak yang memiliki kemampuan untuk menghilangkan memori, menciptakan memori, atau bahkan menuliskan kembali kenangan buruk atau stres.

article inline ad

Keberadaan senyawa kimia inilah yang diuji oleh para peneliti.

Para peneliti berharap bisa menemukan prosedur perawatan untuk membantu orang-orang memerangi post traumatic stress disorder (PTSD) atau penderitaan akibat kenangan buruk.

Mereka mengklaim bahwa semua memori manusia terkunci dalam otak. Namun, sebuah memori baru akan terbentuk ketika sel otak mulai tumbuh seiring stimulasi protein. Hasilnya, sebuah koneksi otak baru akan muncul.

Setelah itu memori akan tetap tinggal di otak sampai seseorang mengingatnya lagi.

Peneliti juga menjelaskan bahwa ingatan jangka panjang bukanlah hal yang stabil dan bisa diubah perlahan seiring berjalannya waktu. Proses ini dikenal sebagai rekonsolidasi. Di saat inilah peneliti bisa melakukan ‘hack’ pada memori seseorang dan menciptakan kenangan yang baru.

“Penelitian mengungkapkan bahwa ingatan sebenarnya bisa dimanipulasi karena ingatan seperti terbuat dari gelas, tinggal di dalam bentuk cair saat mereka diciptakan sebelum akhirnya menjadi keras,” kata salah seroang peneliti Richard Gray kepada The Telegraph.

“Ketika memori dipanggil kembali, maka akan ‘mencair’ kembali dan bisa dibentuk ulang sebelum kembali ‘mengeras’.”

Selain itu, Andre Fenton, seorang ahli saraf mengungkapkan bahwa memori itu seperti halnya gunung es.

“Dalam sejarah manusia, memori terlihat seperti sebuah tape recorder yang bisa merekam ingatan baru dan juga mengulang kembali sesuai permintaan,” katanya.

“Tapi sekarang peneliti menemukan bahwa ingatan itu lunak, bisa ditulis dan ditulis ulang, tidak hanya oleh kita tapi juga oleh orang lain. Kami sedang mencari mekanisme yang bisa menjelaskan dan mengontrol ingatan,” kata Fenton. (Mlk)

article bottom ad