Home Nusantara Aparat Polsek Ciputat Bekuk Dua Pelaku Curanmor Spesialis Wilayah Tangsel

Aparat Polsek Ciputat Bekuk Dua Pelaku Curanmor Spesialis Wilayah Tangsel

SHARE
article top ad

Tangerang Selatan, Mediabhayangkara.co.id – Dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang sering beraksi di wilayah Kota Tangsel, ditangkap aparat kepolisian  Polsek Ciputat.

Kapolsek Ciputat, Komisaris Tatang Syarif, Rabu 17 Mei 2017, saat menggelar press conference di halaman Kapolsek Ciputat, mengatakan kejadian curanmor melibatkan pelaku berinisial A (16) dari salah satu komunitas punk. Ia ditangkap petugas di Kp Sawah, Ciputat, Rabu 9 Mei 2017 pukul 03:00 WIB.

article inline ad

“Menurut pengakuan pelaku sudah tiga kali melakukan curanmor. hasil kejahatan dijual seharga Rp 1.000.000, kemudian dibagi – bagi ke rekan sesama (anak komunitas) punk,” ujar Tatang.

Dalam melakukan aksinya, pelaku mematahkan stang sepeda motor dan menyambung kabel untuk menghidupkan sepeda motor kemudian dibawa kabur.

“Saat pelaku A mendorong motor hasil curian keluar dari gang, ketahuan oleh warga dan pelaku tidak dapat menjawab saat ditanya warga,” terang Tatang.

Pelaku, lanjutnya, langsung diamankan warga beserta barang bukti satu unit sepeda motor Yamaha Soul B 3334 NYP warna putih.

Kapolsek kemudian menyebut pelaku curanmor lain di tempat berbeda yang berhasil diringkus anak buahnya. Pelaku berinisial R alias K ditangkap di Rawa Lele, Jombang, Kamis 4 Mei 2017, sekitar pukul 01:00 WIB.

Polisi, turutnya, sedang melakukan tugas patroli di Jombang, Ciputat saat melihat sekelompok anak muda sedang nongkrong di tempat cucian motor.  “Saat polisi mendekati anak muda itu, satu orang langsung melarikan diri. Petugas langsung melakukan pengejaran dan berhasil meringkus pelaku R alias K,” ujar Tatang.

Pelaku mengaku telah mencuri sepeda motor milik korban Ridwan saat diinterogasi. Dalam menjalankan aksinya, pelaku dibantu temannya R saat yang kini menjadi buronan polisi.

Kapolres menerangkan, barang hasil curian dijual pelaku R alias K di jaringan online facebook dengan harga Rp 1,5 juta. Diketahui pelaku merupakan residivis spesialis curanmor, karena pelaku ini baru 5 bulan menghirup udara bebas setelah keluar dari lapas Jambe.

“Kita kenakan Pasal 363 ayat 3 dengan ancaman jukuman 7 tahun penjara untuk kedua para pelaku curanmor,” pungkas Tatang. (Lingga)

article bottom ad