Home Nusantara Polisi Ungkap 5 Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Wilayah Tangsel

Polisi Ungkap 5 Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Wilayah Tangsel

SHARE
article top ad

Tangerang Selatan, Mediabhayangkara.co.id – Jajaran Polres Tangsel mengungkap kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur. Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander dalam jumpa pers di Mako Polres Tangsel jalan Promoter Kelurahan Lengkong Gudang Timur, Kecamatan Serpong, Sabtu 14 Mei 2017, mengatakan kalau pelakunya berjumlah lima orang.

Kelima pelaku berprofesi masing-masing mahasiswa, satpam, pemulung, penjual soto, dan tukang ojek. Mereka melakukan perbuatan bejat tersebut di beberapa daerah terpisah di Tangsel antara lain, di Curug, Ciputat, Serpong dan Pondok Aren.

article inline ad

Menurut Alevander, korban dan pelaku saling kenal. Seperti kasus pencabulan yang dilakukan pelaku BH (35), tukang ojek langganan korban AJ (6). Modusnya, ketika korban di atas sepeda motor dan hendak ke sekolah, pelaku memasukkan jari tangannya ke alat vital bocah. Orang tua korban merasa heran, setiap buang air kecil hingga korban meringis kesakitan. Korban menceritakan perbuatan pelaku saat ditanyai orang tuanya. Mendengar pengakuan korban, orang tua korban langsung melapor ke Polsek Curug dan pelaku berhasil diamankan beserta barang bukti.

Kejadian lain dialami bocah laki – laki kakak beradik yaitu IMNR (7) dan MLHR (6) di Jurang Manggu. Kali ini, pelaku IS (23)  pedagang soto melakukan pencabulan sodomi modus yang dilakukan pelaku adalah dengan mengajak kedua korban bermain petak umpet dan memutar CD porno di kontrakan pelaku. Saat itulah pelaku melakukan aksi bejatnya. Polsek Pondok Aren saat menerima laporan itu, langsung menangkap pelaku beserta barang bukti.

Kasus lain dialami dua anak perempuan yang masih dibawah umur yaitu KL (6), HM (7) di jl Musyawarah, Ciputat. Polisi menangkap pelaku EW (47) seorang pemulung berikut barang bukti. Menurut Kasat, modus pelaku dengan mengajak korban bermain – main di dalam rumah kontrakan pelaku.
Pencabulan dilakukan pelaku dengan cara memasukkan jari tangan ke alat vital korban. Selepas melakukan aksinya, kedua korban diberi uang RP 2000 dan melarang mereka menceritakan kepada orang tua korban.

“Untuk ke tiga kasus ini, pihak kepolisian mengenakan Pasal 82 UU RI No 35/2014 tentang perlindungan anak dengan maksimal 15 tahun penjara,” ujar Alexander.

Selain ketiga kasus pencabulan itu, PPA Unit Reskirm Polres berhasil mengungkap pencabulan yang dilakukan seorang mahasiswa. Polisit mengamankan pelaku MA (22) seorang mahasiswa yang melakukan pencabulan terhadap korban DAS (16) siswi SMK di salah satu hotel di Tangsel. Pelaku dan korban berkenalan melalui media sosial Facebook. Modus pelaku dengan mengajak korban jalan – jalan.

Setelah jalan – jalan, korban bukannya diantar pulang tetapi dibawa ke salah satu Hotel di Ciputat. Di kamar hotel, pelaku memaksa korban berhubungan intim.

Kemudian, Kasat Reskrim  AKP Alexander menyampaikan tindakan pencabulan yang dilakukan satpam perumahan di Serpong.  Korban PR (17) siswi SMU dicabuli oleh pelaku MDI (31) satpam perumahan. Pelaku yang juga pacar korban melakukan pencabulan di rumah kontrakan pelaku. Akibat perbuatan pelaku, orang tua korban melaporkan ke Polsek Serpong dan pelaku diamankan.

“Terhadap pelaku MDI (31) dan MA (22), kita kenakan Pasal 81 UU RI No 35/2014 tentang perlindungan anak dengan pidana maksimal 15 tahun penjara,” ujar Alexander. (Lingga)

article bottom ad