Home Nusantara Kompol Khoiri Pimpin Langsung Pengawalan Perayaan Waisak di Neglasari

Kompol Khoiri Pimpin Langsung Pengawalan Perayaan Waisak di Neglasari

SHARE
article top ad

Neglasari – Kapolsek Neglasari Kompol H. Khoiri memimpin langsung pengawalan prosesi Puja Perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2561 BE/ 2017 di Vihara Mahabodhi Jl. Iskandar Muda Kp. Lebak wangi RT. 003/04 Kel. Mekarsari Kec. Neglasari Kota Tangerang. Rabu 10 MEI 2017.

Kegiatan prosesi yang dimulai pukul 18.30 Wib itu ditandai dengan para jemaat yang berjalan kaki kurang lebih 800 meter.

article inline ad

Mereka membawa lilin melalui rute Vihara Maha Bodhi Kp. Lebakwangi, menuju Arya Metta, melewati Jl. Iskandar Muda hingga berakhir di Vihara Maha Bodhi.

Selama pengawalan, Kapolsek Khoiri didampingi Kapolsek 6 personil anggota polsek Neglasari.

Selesai prosesi, umat Buddha melakukan ritual sembahyang di dalam Vihara yang dipimpin Ramani Kartika.

Acara sembahyang berlangsung aman dan tertib.

Kepada wartawan, Khoiri mengatakan pengawalan dan pengamanan yang dilakukan pihaknya merupakan bentuk pelayanan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sehingga tercipta situasi yang Kondusif.

Diberitakan sebelumnya, mengomentari perayaan Waisak tahun ini, Ketua umum Sangha Theravada Indonesia, Bikkhu Subhapanno Mahathera menuturkan, Kamis 11 Mei 2017, cinta kasih adalah suatu kekuatan untuk memelihara dan menyatukan umat manusia, khususnya di Indonesia, dalam sebuah keberagaman.

Ia mengatakan, dengan cinta kasih dapat tercipta kebahagiaan hidup, kehidupan menjadi lebih cerah dan lebih luhur. Cinta kasih merupakan suatu pengharapan kesejahteraan dan kedamaian lahir batin, bagi semua makhluk hidup, tanpa adanya sekat apapun.

“Hal terpenting adalah menerima perbedaan, karena merupakan kebutuhan bersama. Perbedaan yang ada, bukanlah penghalang untuk hidup dalam persaudaraan dan persatuan. Selama ini, persaudaraan retak, karena disebabkan perbedaan yang dipermasalahkan,” ungkapnya.

Karena itu, dalam perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2561 BE/ 2017, umat Buddha mengambil tema “Cinta Kasih Penjaga Kebhinekaan”.
(Yuliyu)

article bottom ad