Home Liputan Utama Terapkan 4 Ring, Polisi Pun Menjaga Mal dan Perkantoran Jelang Vonis Ahok

Terapkan 4 Ring, Polisi Pun Menjaga Mal dan Perkantoran Jelang Vonis Ahok

SHARE
Jpeg
article top ad

Jakarta, Mediabhayangkara.co.id – Kepolisian Daerah Metro Jaya akan berupaya kerasa menjaga keamananan dan ketertiban jelang sidang pembacaan vonis Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, di Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa, 9 Mei 2017.

Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan Komisaris Besar Iwan Kurniawan mengatakan, kepolisian akan menerapkan empat ring pengamanan. “Ring satu itu ada di dalam ruang sidang, ring dua di luar sidang tapi masih di dalam gedung, ting tiga di area gedung Kementan, dan ring empat di simpul-simpul jalan di luar,” kata Iwan di Kementerian Pertanian, Senin, 8 Mei 2017.

article inline ad

Selain di sekitar lokasi sidang, pengamanan juga akan dilakukan di beberapa objek vital lain, seperti mal-mal dan kantor-kantor pemerintahan. Beberapa yang ikut mendapat perhatian adalah Blok M, Cilandak Town Square, Pondok Indah Mall, hingga kantor Kejaksaan.

Iwan mengatakan, langkah ini diambil setelah pihaknya mendapat informasi intelejen, bahwa sidang besok mempunyai potensi konflik. “Dimungkinkan hal ini besok putusan, bisa saja menimbulkan ada yang puas dan yang tidak puas. Oleh sebab itu, kami mempersipakan betul pengamanan semaksimal mungkin terutama di dalam ruangs sidang,” kata Iwan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, akan ada 13 ribu personel kepolisian dalam pengamanan besok. Jumlah ini lebih dari empat kali lipat jumlah personel pengamanan dalam sidang-sidang sebelumnya.

Argo mengatakan telah menerima pemberitahuan adanya rencana pergerakan massa aksi di Kementerian Pertanian besok. “Pemberitahuannnya ada lima ribu orang akan datang. Itu dari pihak yang kontra (dengan Ahok),” kata Argo.

Ahok akan menjalani sidang vonis dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Ahok dilaporkan atas kasus dugaan penistaan agama dalam pidatonya di Kepulauan Seribu pada 2016.

Sebelumnya jaksa penuntut umum menuntut Ahok dengan pasal ujaran kebencian terhadap satu golongan dan dituntut hukuman penjara satu tahun dengan masa percobaan dua tahun.

Ahok sendiri mengatakan tidak memiliki rencana apa pun apabila putusan majelis hakim soal tuduhan penodaan agama tidak sesuai dengan harapannya. Ia mengaku pasrah dengan putusan hakim yang akan dibacakan hari ini di Kementerian Pertanian.

“Ya mau bilang apa? Sekarang juga kamu kira aku diperlakukan dengan adil? Biasa saja aku. Aku percaya, negara siapa pun ada Tuhan yang berpegang kuasa. Enggak ada kata enggak adil. Aku terima saja. Mau dizalimi atau fitnah, ya terima saja,” ujar Ahok di Balai Kota, Senin.

Ahok pun tidak akan menggelar acara khusus apabila keputusan majelis hakim justru menguntungkan dirinya. Meski begitu, Ahok berharap majelis hakim membebaskannya dari hukuman. (Mlk)

article bottom ad