Home Nusantara Tak Tahan dengan Praktek Pungli, Ratusan Napi di Pekanbaru Mengamuk dan Kabur

Tak Tahan dengan Praktek Pungli, Ratusan Napi di Pekanbaru Mengamuk dan Kabur

SHARE
article top ad

Pekanbaru, Mediabhayangkara.co.id – Lebih dari 200 tahanan kabur dari Rutan Kelas II-B Pekanbaru yang berada di Jalan Sialang Bungkuk Nomor 2, Tenayan Raya, Pekanbaru, dengan cara mendobrak salah satu pintu hingga terbuka.

Para napi mengamuk diduga karena kecewa atas pelayanan di rutan dan maraknya praktek pungli yang dilakukan petugas. Para napi mengaku kerap dipersulit dalam pengurusan cuti bersyarat. Belum lagi suasana rutan tidak kondusif lantaran jumlah penghuni melebihi kapasitas. Rutan yang seharusnya diisi untuk 369 orang justru dihuni lebih dari 1.800 tahanan.

article inline ad

Kepala Kepolisian Daerah Riau Brigadir Jenderal Zulkarnain tidak membantah pemicu penghuni mengamuk dan kabur akibat pelayanan yang buruk serta maraknya praktek pungli.

“Saya dengar mereka juga dipersulit dalam urusan cuti bersyarat,” kata Zulkarnain, Jumat, 5 April 2017.

Zulkarnain mengaku telah menyampaikan keluhan para narapidana kepada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau. Instansi terebut membantah adanya praktek pungli dan mempersulit para napi dalam urusan administrasi.

Namun faktanya, ujar Zulkarnain, ia masih menerima laporan dari para napi yang mendapat perlakuan buruk seperti itu. “Dari organisasi mengaku tidak ada dipersulit, tapi nyatanya para tahanan mengaku dipersulit, artinya ada sesuatu persoalan di dalam sana,” ucapnya.

Zulkarnain mendorong instansi terkait segera melakukan perbaikan secara internal. Kepolisian berjanji akan mengambil langkah hukum jika bukti-bukti praktek pungli menjadi alasan narapidana mengamuk.

“Kami harapkan ada perbaikan secara transparan di internal, jika nanti memang ada bukti-bukti (pungli) kami akan tindaklanjuti, meskipun jumlahnya kecil tetap aja korupsi,” ujarnya.

Alasan lain kata dia, para narapidana mengaku tidak nyaman lantaran kondisi rutan sangat sesak dan tidak sesuai kapasitas, terutama di blok B dan C.

“Ini blok yang paling menyedihkan, untuk pindah-pindah mereka harus pakai fee katanya,” tukas Zulkarnain.

Zulkarnain mengatakan, Polda Riau saat ini mengerahkan 300 personel serta dibantu 67 pasukan dari TNI menjaga Rutan dari luar. Petugas akan terus memantau situasi hingga kondisi Rutan aman dan kondusif. Hingga pukul 22.30 Jumat malam, 5 April 2017, polisi sudah berhasil menangkap 171 dari 200 napi yang kabur.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto berujar jajaran Polda Riau masih berupaya mencari tahanan lain yang belum ditemukan.

”Kepala Polda Riau sudah mengambil langkah-langkah koordinasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk berupaya menangkap kembali penghuni rutan tersebut,” kata Setyo Jumat. (Mlk)

article bottom ad