Home General Negara-negara Islam Contohi Indonesia Soal Perlindungan Perempuan dan Anak

Negara-negara Islam Contohi Indonesia Soal Perlindungan Perempuan dan Anak

SHARE
article top ad

Jakarta, Mediabhayangkara.co.id – Indonesia menjadi role model dalam perlindungan hak perempuan dan anak bagi negara-negara lain, terutama negara-negara Islam.

Hal ini dibuktikan dengan diundangnya Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise untuk menyampaikan pengalaman dan kebijakan Pemerintah Indonesia dalam upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak oleh sejumlah negara Islam.

article inline ad

“Akhir April lalu, saya diundang ke Iran dan dua minggu lagi, 13-14 Mei ini, saya diundang Afganistan sebagai pembicara utama dalam acara simposium. Suriah juga mengundang saya ke negara mereka,” ujar Yohana di Jakarta, Selasa 2 Mei 2017.

Tahun lalu, Presiden Joko Widodo terpilih sebagai salah satu dari 10 negara yang menjadi Duta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Planet 50:50 – sebuah pengakuan adanya kesetaraan perempuan dengan laki-laki dalam berbagai bidang.

Di dalam negeri, Indonesia menempatkan pemberdayaan perempuan dan keluarga serta perlindungan anak sebagai salah satu isu prioritas. Selama dua tahun terakhir, Indonesia menggalakkan tiga program prioritas, yaitu 3Ends: pemberantasan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak; pemberantasan perdagangan manusia; dan mengakhiri kesenjangan akses bagi perempuan terhadap sumber daya ekonomi.

“Indonesia, sebagai negara berpenduduk beragama Islam terbesar di dunia, diapresiasi dan dapat dijadikan salah satu role model dalam penerapan kebijakan perlindungan hak perempuan dan anak. Bahkan, perempuan-perempuan Indonesia sekarang masuk ke Timur Tengah sebagai peacekeeper (penjaga perdamaian),” ujar Yohana.

Pada 27 April 2017, Yohana menjadi pembicara dalam Specialized Summit of the Women’s Affairs’ Ministers from Islamic Countries: Social and Family Policy Making in Islamic Societies di Mashhad, Iran.

Konferensi tingkat menteri di Iran diharapkan dapat meningkatkan upaya kolektif serta pertukaran pengalaman dan informasi dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang juga tecermin dalam Action Plan Islamic Educational, Scientific and Cultural Organization (ISESCO) 2016-2018. (Mlk)

article bottom ad