Home Nusantara Sadis, Dua Polisi Bejat Ini Lakukan Pemerasan dan Pencabulan Terhadap Pelajar

Sadis, Dua Polisi Bejat Ini Lakukan Pemerasan dan Pencabulan Terhadap Pelajar

SHARE
article top ad

Nias, Mediabhayangkara.co.id РUpaya Kapolri Jenderal Tito Karnavian memperbaiki citra kepolisian tampaknya menemui kendala terbesar dari dalam institusinya sendiri. Terbaru, dua anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Nias, Bripka DWS (34) dan Bripda AFM (23), dilaporkan memeras pasangan pelajar dan lakukan pencabulan terhadap salah satu di antara mereka.

“Dalam kasus ini ada dua LP, yaitu pemerasan dan perbuatan cabul,” ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting, Kamis 4 Mei 2017.

article inline ad

Kedua polisi bejat ini melakukan aksi bersama teman mereka ARWH alias W (29), seorang pegawai swasta.

Mereka memeras pasangan pelajar IPN (16), warga Desa Hiligeo Afia, Lotu, Nias Utara dan SZ (16), warga Desa Onozitoli Sifaoroasi, Gunung Sitoli, Nias. Bahkan korban SZ dicabuli.

Peristiwa itu terjadi di Gunung Sitoli pada Selasa sore. Awalnya, Bripka DWS dan Bripda AFM bersama ARWH menemukan IPN dan SZ sedang berduaan di Warnet Blue Star, Jalan Soekarno. Oleh mereka, pasangan pelajar itu dituduh melakukan perbuatan mesum.

Pasangan kemudian dibawa keliling naik mobil. Setelah mengintimidasi, ketiga tersangka kemudian meminta pasangan IPN dan SZ untuk membayar ‘uang damai’ Rp 5 juta. Setelah tawar-menawar, disepakati pasangan membayar Rp 1 juta.

SZ menyerahkan Rp 400.000. “Sisa Rp 600.000, dibayar teman laki-lakinya,” ujar Rina menjelaskan, setelah teman laki-lakinya diturunkan, SZ dibawa keliling. Saat itu lah para pelaku diduga melakukan pencabulan.

Selanjutnya, saat penyerahan sisa uang Rp 600.000 di Jalan Taman Makam Pahlawan, Desa Mudik, Gunung Sitoli, Bripka DWS dan Bripda AFM ditangkap. Rekan lelaki korban IPN datang ke lokasi yang diminta kedua oknum polisi, namun membawa serta polisi lain yang telah mendengar pengaduannya.

“Ketika tiba di lokasi, kedua polisi tadi langsung ditangkap. Saat ini, keduanya sedang diproses oleh Propam Polres Nias,” ungkap Rina.

Petugas juga menangkap warga sipil berinisial ARWH warga Jl Pelita No11, Kelurahan Ilir, Kecamatan Gunungsitoli, Nias. ARWH yang ikut serta mencabuli korban di dalam mobil.

Ketiganya disangka telah melanggar Pasal 81 ayat (1) Subs Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tentang Perubahan atasUndang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentangPerlindungan Anak dan Pasal 368 jo Pasal 55, Pasal 56 dari KUHPidana.

“Ancaman hukumannya paling lama 15 tahun dan paling rendah 3 tahun penjara,” sebut Rina. (Mlk)

article bottom ad