Home Nusantara Ratusan Pesilat Tangsel Gelar Pengajian Bersama Sambut Ramadhan

Ratusan Pesilat Tangsel Gelar Pengajian Bersama Sambut Ramadhan

SHARE
article top ad

Tangerang Selatan, Mediabhayangkara.co.id – Ratusan pesilat Perguruan Silat Misar dan Siban (MS) Kel.Cirendeu dan Kel. Pisangan, dibawah naungan Ikatan Pencak Silat (IPSI) Kota Tangerang Selatan, menggelar Pengajian Bulanan dan Penutupan Sementara Latihan Perguruan Silat jelang Bulan Suci Ramadhan 1438 H.

Acara dilaksanakan Minggu 30 April 2017 di pelataran parkir Dealer Motor Kawazaki jl Ir. H. Juanda, Kel Cirendeu, Kec Ciputat Timur, Kota Tangsel.

article inline ad

Kegiatan diisi iringan alunan rebana, pembacaan Qissah Maulid Nabi SAW, dan pembacaan ayat suci Aquran.

Hadir di momen itu sesepuh Tokoh Betawi Tangsel dan  Dewan Pembina Pusat MS H. Andi Atja B, pengasuh H. Nawi Jiun, Sekda Tangsel Muhammad, anggota DPRD Tangsel Fraksi Madani Dewi Indah Damayanti, dan bebrapa pejabat pemerintah Kota Tangsel.

Pada kesempatan itu, Baba berpesan bahwa pesilat anak- anak dan pesilat muda adalah aset dan harta warisan budaya yang harus dibina, dikembangkan dan dilestarikan.

“Cinta, jujur berani, karya nyata, musti diterapkan. Istilah jawara sesungguhnya adalah orang yang berani menahan niat kekerasan terhadap orang lain,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar, sSiapapun yang duduk dalam kepengurusan dengan beraneka macam aliran silat betawi, tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Yang terpenting mereka menjadi jawara sebagai pelaku pembangunan dan turut melestarikan budaya,” ujarnya.

Sementara itu, Sekdis Perkim Tangsel Heru Agus Santoso mengatakam, kedepan, acara ini harus menjadi agenda rutin di tingkat Kota Tangsel.

Ketua Fraksi Madani, Dewi Indah Damayanti, mengapresiasi kegiatan ini. “Upaya kita kedepan sebagai Wakil Rakyat, akan konsen dengan Pelestarian Budaya ini,” ujarnya singkat.

Adapun Sekda Muhammad mengutarakan, sangat terkesan dengan penampilan jawara silat. Ia berharap, filosofi seorang betawi yang agamis memicu kemajuan pembangunan dan menarik para investor ke Kota Tangsel.

Namun ia juga mengutarakan keprihatinannya atas berita kekerasan yang melibatkan ormas mengatasnamakan Betawi.

” Saya sampaikam beberapa kali, janganlah ormas jadi ‘momok’ bagi para pengusaha atau investor, dengan menimbulkan kesan angker, karena Tangsel Rumah Kita Bersama,” ujarnya. (Lingga)

article bottom ad