Home Niaga Gandeng Artha Graha, APKLI Siap Modali PKL Pasar Serpong

Gandeng Artha Graha, APKLI Siap Modali PKL Pasar Serpong

SHARE
article top ad

Serpong, Mediabhayangkara.co.id – Koordinator Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Serpong H Edi Karjan mengadakan sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Artha Graha tanpa jaminan, kepada pedagang kaki lima di Pasar Serpong, Senin 1 Mei 2017. Kegiatan digelar di ruang kantor┬áPasar Serpong,jl Raya Serpong Puspitek, Ruko 26.A Serpong, Kota Tangsel dan dihadiri sekitar 30 pedagang.

Edi menjelaskan, sosialisasi ini merupakan bentuk kerjasama APKLI dan Bank Arta Graha untuk menyalurkan KUR khusus ke pedagang kaki lima di Pasar Serpong. Ia menilai, KUR tanpa jaminan sangat membantu pedagang kaki lima di sektor usaha.

article inline ad

“Penyaluran KUR kepada masing – masing pedagang kaki lima Pasar Serpong sebesar 5 – 25 juta dengan bunga ringan sembilan persen pertahun,” kata Edi.

Menurutnya, kesulitan PKL selama ini adalah mendapatkan modal pinjaman dari Bank, karena terbentur pada jaminan. Akibatnya, sebutnya, banyak PKL terjebak istilah Koperasi Keliling dengan bunga tinggi yang menyebabkan mereka kesulitan mengembalikan pokok pinjaman maupun bunga.

Hal tersebut pula yang menjadi dasar pemikiran pengurus APKLI tingkat pusat hingga daerah untuk mrncari solusi guna meringankan beban pedagang kecil, khususnya PKL di Pasar Serpong dalam permodalan usaha.

“Saat ini, PKL di Pasar Serpong ada lebih kurang 246 pedagang dengan berbagai jenis dagangannya,” kata Edi.

Ia menjamin, penyaluran kredit KUR kepada PKL Pasar Serpong akan dilakukan dengan sistim tanggung renteng, tanpa jaminan dan sistim kelompok.

“Nantinya, setiap kelompok yang dibentuk berjumlah minimal 5 pedagang dengan satu koordinatornya,” ujarnya.

Ketua DPD APKLI Desman menjelaskan bahwa program kerjasama ini melibatkan pihak Artha Graha.

Sistim yang diterapkan pihak bank penyalur kredit adalah pedagang bersedia membuat “Cash Colleteral” (jaminan tunai) sebesar 10 persen dan menitipkan 6 kali cicilan di depan untuk disimpan di buku tabungan pedagang. Tujuannya untuk menjaga dan meminimalisir kredit macet yang timbul sewaktu – waktu.

Salah satu pedagang yang hadir dalam acara sosialisasi, mengatakan bahwa jika program ini terealisasi, pedagang kecil akan sangat terbantu mendapatkan modal usaha yang selama ini jadi kendala utama.

“Apalagi menjelang bulan Ramadhan, pastinya kami sangat mengharapkan bantuan modal usaha dengan bunga ringan.” (Lingga)

article bottom ad