Home General 50 Perguruan Tinggi Islam Se-Indonesia Tolah Paham Ekstrimisme dan Terorisme

50 Perguruan Tinggi Islam Se-Indonesia Tolah Paham Ekstrimisme dan Terorisme

SHARE
article top ad

Aceh, Mediabhayangkara.co.id – Sejumlah 50 pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) seluruh Indonesia sepakat menolak segala bentuk paham intoleran, ekstrimisme, dan terorisme yang membahayakan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kesepakatan itu dituangkan dalam Deklarasi Aceh yang dibacakan Ketua Forum Pimpinan PTKIN se-Indonesia, Dede Rosyada, pada pembukaan Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) VIII 2017 di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniri Aceh, Rabu, 26 April 2017 di Banda Aceh.

article inline ad

Dede Rosyada mengatakan kalangan PTKIN khawatir melihat perkembangan terakhir terkait maraknya kelompok-kelompok yang kurang menghormati kebhinekaan, anti Pancasila, dan anti NKRI.

“Pimpinan PTKIN berjanji untuk melarang berbagai bentuk kegiatan yang bertentangan dengan Pancasila, dan anti NKRI, intoleran, radikal dalam keberagamaan, serta terorisme di seluruh PTKIN,” ujarnya melalui keterangan tertulis, dilansir dari laman situs Kementerian Agama, Rabu, 26 April 2017.

Naskah Deklarasi Aceh memuat lima poin kesepakatan. Pertama, forum Pimpinan PTKIN menyatakan bertekad bulat menjadikan Empat Pilar Kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI sebagai pedoman dalam berbangsa dan bernegara.

Kedua, menanamkan jiwa dan sikap kepahlawanan, cinta tanah air, dan bela negara kepada setiap mahasiswa dan anak bangsa, guna menjaga keutuhan dan kelestarian NKRI.

Ketiga, menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai ajaran Islam yang rahmatan lil alamin, Islam inklusif, moderat, menghargai kemajemukan dan realitas budaya dan bangsa.

Keempat, melarang berbagai bentuk kegiatan yang bertentangan dengan Pancasila dan anti NKRI, intoleran, radikal dalam keberagamaan, serta terorisme di seluruh PTKIN.

Kelima, melaksanakan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 dalam seluruh penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan penuh dedikasi dan cinta tanah air. Deklarasi Aceh dibacakan di depan Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin dan 3.500 peserta PIONIR VIII 2017, serta ratusan masyarakat yang hadir.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama, Nizar Ali menilai Deklarasi Aceh ini sangat penting, selain sebagai bentuk keprihatian, sekaligus menjadi komitmen bersama untuk melawan dan menolak paham dan gerakan yang melemahkan sendi-sendi nasionalisme.

“Islam rahmatan lilalamin telah menjaga harmonisasi masyarakat Indonesia. Islam tampil dengan wajahnya yang ramah bukan marah, menjadi nilai sekaligus penuntun bagaimana menjadi warga bangsa yang baik,” kata Nizar.

Nizar berharap Deklarasi Aceh akan menjadi panduan efektif bagi kalangan PTKIN untuk menolak kelompok-kelompok intoleran dan radikal. “Sehingga, semua civitas akademika menjadi yakin bahwa kelompok anti Pancasila dan NKRI harus dihadapi bersama-sama sebelum terlanjur beranak pinak berkembang di bumi nusantara,” kata dia. (Mlk)

article bottom ad