Home General Ternyata, Napi Koruptor Punya Jatah Makan Lebih Besar Ketimbang Tahanan Lain

Ternyata, Napi Koruptor Punya Jatah Makan Lebih Besar Ketimbang Tahanan Lain

SHARE
article top ad

Jakarta, Mediabhayangkara.co.id – Tahukan Anda bahwa dalam satu hari, tahanan atau narapidana dijatah makan dari APBN sebesar Rp 15 ribu, atau Rp 5 ribu setiap kali makan.

Bagaimana jika dibandingkan dengan tahanan KPK? Ternyata nasib para koruptor jauh lebih baik dibandingkan para napi di bawah Kemenkumham.

article inline ad

Koruptor tahanan KPK mendapat jatah makan Rp 40 ribu per hari. Sedangkan tahanan di lingkungan kepolisian mendapat jatah Rp 30 ribu per hari.

Dirjen Pemasyarakatan I Wayan Kusmiantha Dusak mengatakan uang sebesar RP 15 ribu untuk tahanan di bawah Kemenkumham dibagi untuk beras dan lauk-pauk. Uang sebesar itu dibagi untuk jatah tiga kali makan.

“Terdiri dari dua-satu beras satu lauk-pauk dan makanan. Pemberian makanannya diberi tiga kali, pagi sarapan, makan siang, makan sore dan ada juga snack-nya pada saat sore hari,” ucap Dusak di Ditjen PAS, Jl Veteran, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu 26 April 2017.

Dusak mengatakan bahan makanan itu diolah sendiri oleh pihak lapas. “Saya rasa persoalannya kalau di KPK mereka dapat makanan yang matang. Kalau kita ini pembelian bahan makanan, yang masih dalam bahan makanan, sehingga kita yang mengolah. Jadi kalau ada perbedaannya, tentu perbedaannya dari sistem pengolahan itu,” tutur dia.

Dusak menjelaskan soal menu makanan dari nominal uang yang dianggap kecil tersebut. Dia menyebut uang Rp 15 ribu sudah cukup memenuhi kebutuhan narapidana.

“Ukuran manusiawi dari kandungan gizi yang diberikan, bukan kandungan harga. Sesuai ketentuan, Kementerian Kesehatan dan ilmu gizi bahwa tiap orang butuh tiap hari 2.500-2.700 kalori. Karena mereka ini, napi, ruang geraknya terbatas, maka diberikan 2.200 kalori,” kata Dusak.

Sedangkan jika melakukan kerja ekstra, narapidana itu akan diberi bonus tambahan berupa puding.

“Kalau dia melakukan pekerjaan yang melebihi yang lain bisa diberi ekstra puding,” ujar Dusak.

Untuk diketahui, tahanan yang ditangani rutan di bawah Kemenkumham antara lain napi kasus pencopetan, narkoba, dan tindak pidana konvensional lain. (Mlk)

article bottom ad