Home General 50 Persen Napi Terlibat Narkoba, Dirjen Pemasyarakatan Keluhkan Hal Ini

50 Persen Napi Terlibat Narkoba, Dirjen Pemasyarakatan Keluhkan Hal Ini

SHARE
article top ad

Jakarta, Mediabhayangkara.co.id – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan I Wayan Dusak menyebut hampir 50 persen narapidana di lembaga pemasyarakatan terlibat kasus narkoba. Ia menyebut masalah ini menjadi tantangan lembaganya dan pengelola penjara untuk diatasi.

“Narkoba bukan masalah pemasyarakatan tapi masalah semuanya. Siapa saja bisa kena, siapa saja bisa masuk penjara. Narkoba ini kalau kita hitung lebih dari 50 persen itu terkait narkoba,” kata Dusak di Kantor Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jalan Veteran, Jakarta, Rabu, 26 April 2017.

article inline ad

Menurutnya, selama narkoba masih beredar bebas di luar sulit bagi pihaknya mengontrol peredaran di dalam “Sepanjang di luar ada narkoba di dalam pasti ada. Karena tidak ada yang dari dalam dibawa keluar. Kalau ada yang dari dalam asalnya pasti dari luar juga. Seperti dulu ditengarai pabrik di dalam LP barangnya kan dari luar juga.”

Dusak mengatakan pihaknya sudah berusaha mencegah dengan melibatkan anjing pelacak. “Begitu kami pakai anjing ada yang pingsan, protes makanannya diendus. Untuk napi teroris enggak mau sekali ada anjing. Nah ini kan menimbulkan chaos,” katanya.

Selain itu, dia menyebut sudah mencoba untuk menambah petugas LP memperkuat pengamanan dengan bantuan tentara. Hanya saja usulan itu tidak disetujui. “Memang persoalan SDM kurang, kita mau pakai tentara dibilangnya orang sipil dijaga tentara itu sadis. Selalu ada tantangannya,” kata dia.

Tak hanya itu, persoalan anggaran, ungkapnya, juga menjadi hambatan penambahan personel pengawas LP. Pertimbangan mempekerjakan pekerja lepas (outsourching) terkendala biaya. (Mlk)

article bottom ad