Home General Kodim 1614/Dompu Gagalkan Praktek Illegal Loging

Kodim 1614/Dompu Gagalkan Praktek Illegal Loging

SHARE
article top ad

Dompu, Mediabhayangkara.co.id – Dinas Kehutanan NTB bersama Bupati, Dandim dan Kepolisian berkomitmen untuk memberantas praktek penebangan liar dan illegal logging di seluruh Wilayah NTB. Kejahatan terhadap lingkungan di Kabupaten Dompu ini dikatakan berada sudah pada titik yang mengkhawatirkan.

Komitmen pemberantasan illegal loging ini tidak main-main. Hal ini dibuktikan oleh Kodim 1614/Dompu saat menggagalkan pengiriman kayu sebanyak lebih kurang 3,5 kubik berbentuk balok dan 1 kubik berbentuk gelondongan yang siap diangkut tanpa dokumen resmi. Hal tersebut terjadi pada Selasa 25 April 2017.

article inline ad

Berawal dari laporan masyarakat, anggota Unit intel Kodim 1614/Dompu dipimpin Lettu Kav M. Kasim bersama 4 anggota melakukan penyelidikan dan pengecekan di kawasan hutan lindung Sonokling yg berada di wilayah Desa Woko Kecamatan Pajo dan Desa Adu Kecamatan Huu. Dari hasil pengecekan ditemukan kayu gelondongan jenis kayu sonokling batangan lebih kurang 25 batang dengan ukuran 2 m x 30 cm dan kayu sonokling yang sudah berbentuk balok dengan sejumlah 50 batang atau lebih kurang 3,5 kubik dengan berbagai macam ukuran siap dibawa keluar daerah.

Kayu – kayu tersebut tidak bertuan, diduga ditebang secara liar oleh oknum masyarakat yang tidak bertanggungjawab dan disimpan di lahan perkebunan yang jauh dari pantauan publik. “Mereka sengaja menebang kayu dan menyimpannya di tempat yang jauh dari tinjauan orang dengan harapan menunggu waktu yang tepat dan petugas yang lengah untuk mengangkut kayu tersebut,” jelas Lettu Kav M. Kasim.

Dandim 1614/Dompu Letkol Czi Arif Hadiyanto menjelaskan, untuk menghindari pelaku meneruskan aksinya, kayu-kayu tersebut kemudian diamankan dan diangkut oleh anggota Kodim 1614/Dompu dengan menggunakan Dam Truk dan 1 Pic Up dan dibawa ke kantor Kodim 1614/Dompu untuk diamankan sebagai barang bukti. “Kami akan buat berita acara barang bukti di KPH, setelah itu semuanya wewenang KPH, untuk menindaklanjuti temuan ini,” jelas Dandim.

Arif berharap, kejadian ini menjadi pembelajaran, kedepannya, oknum masyarakat yang terbiasa menebang pohon secara liar, memiliki kesadaran bahwa kayu-kayu yang dilindungi oleh pemerintah tidak boleh ditebang secara sembarangan

Hal itu tuturnya, dapat berakibat fatal pada ekosistem lingkungan atau dapat menyebabkan bencana alam berupa banjir dan tanah longsor. (Mlk)

article bottom ad