Home General Disinggung Reshuffle Kabinet dan Ahok, Ini Reaksi Jokowi

Disinggung Reshuffle Kabinet dan Ahok, Ini Reaksi Jokowi

SHARE
Presiden RI Joko Widodo (kedua kiri) tertawa saat mendengarkan tausiah pada peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren (Ponpes) Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (4/5) malam. Dalam pidatonya presiden Jokowi menyampaikan pesan kepada para santri untuk mempersiapkan diri menghadapi persaingan global di masa mendatang. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/foc/16.
article top ad

Surakarta, Mediabhayangkara.co.id – Presiden Joko Widodo menanggapi isu reshuffle kabinet yang beredar akibat pernyataannya di Konggres Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia pekan lalu.

Isu reshuffle kabinet Jokowi mengemuka sejak Presiden menyampaikan sambutannya di Kongres Ekonomi Umat di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu, 22 April 2017 lalu.

article inline ad

Presiden Jokowi saat itu mengancam akan mencopot menteri yang bekerja tidak mencapai target. Jokowi mencontohkan target pada Kementerian Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional untuk mensertifikasi 5 juta bidang tanah pada tahun ini. Pada 2018 ditargetkan 7 juta sertifikat, dan tahun 2019 ditargetkan 9 juta sertifikat.

“Kalau tidak selesai, ya, pasti urusannya akan lain. Bisa diganti. Ya saya blak-blakan saja, dengan menteri juga begitu. Bisa diganti, bisa digeser, bisa dicopot, dan yang lain-lainnya,” kata Jokowi saat itu.

Namun, saat menghadiri peringatan Isra Mi’raj di Pesantren Alhikamussalafiyah Cipulus, Purwakarta, Jawa Barat, Selasa, 25 April 2017 lalu, Jokowi membantah akan adanya reshuffle kabinet dalam waktu dekat ini.

“Tidak ada. Hari ini tidak ada reshuffle. Minggu ini enggak ada. Bulan ini juga enggak ada,” ujarnya.

Ketika wartawan menanyakan apakah kinerja para menteri dalam kabinetnya saat ini memuaskan, Presiden menjawab singkat, “Baik-baik saja,” katanya.

Ia bahkan memuji kinerja para menteri Kabinet Kerja yang dipimpinnya, karena setiap hari mereka terus turun ke daerah-daerah dan ke lapangan. “Tiap hari para menteri itu selalu ke daerah dan ke lapangan,” katanya.

Jika ada menteri yang melaksanakan kinerjanya tidak sesuai target, Presiden Joko Widodo menilainya sebagai persoalan lain. “Itu persoalan lain,” ujar Jokowi, singkat.

Ia menambahkan tidak berencana membawa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke Kabinet Kerja. Dirinya ingin Ahok fokus dahulu mengerjakan sisa-sisa tugasnya hingga dilantiknya Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan, pada Oktober nanti.

“Pak Ahok itu masih Gubernur DKI Jakarta sekarang ini sampai Oktober (2017),” ujar Presiden Joko Widodo. (Mlk)

article bottom ad