Home General Ahok Sebut Dirinya Layak Jadi Menteri Dalam Negeri

Ahok Sebut Dirinya Layak Jadi Menteri Dalam Negeri

SHARE
article top ad

Jakarta, Mediabhayangkara.co.id РGubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menilai dirinya mampu menjabat Menteri Dalam Negeri. Acuannya adalah berbagai pengalaman politik, yakni pernah menjabat anggota DPRD, bupati, anggota DPR RI, hingga pada akhirnya menjadi Gubernur DKI.

Hal tersebut dikatakan Ahok di Balai Kota, Kamis 19 April 2017, saat mengkritik peraturan Mendagri Nomor 21 Tahun 2011 yang menyebutkan seorang kepala daerah tidak boleh melaksanakan program pembangunan tahun jamak (multiyears) melebihi masa jabatannya.

article inline ad

“Tolong Pak Dirjen Mendagri, bukan saya kritik ini, Pak. Saya sanggup jadi Mendagri yang baik, Pak. Karena? Saya pernah bikin partai, jadi sekjen partai, dan 2,5 tahun di Komisi II DPR. Saya orang keuangan, soal politik, soal anggaran, saya ngerti,” ujar Ahok di hadapan Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Eko Subowo.

Menurutnya, ada sejumlah proyek multiyears Pemprov DKI yang tidak bisa segera dieksekusi akibat adanya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 itu.

Proyek-proyek itu meliputi pembangunan rumah sakit kanker dan jantung di lahan yang dibeli dari RS Sumber Waras, kantor baru untuk Badan Diklat, beberapa rumah susun, dan light rail transit ( LRT).

Ahok menyarankan Kementerian Dalam Negeri menghapus Permendagri tersebut, yang dinilai menyebabkan mandeknya pembangunan infrastruktur.

“Itu ide yang bodohnya minta ampun. Betul, Pak! Kami ini pemerintah, saya tanda tangan (proyek multiyears) dengan DPRD, tapi kemudian tidak jadi. Gubernur pun tanggung jawab?” ujar Ahok.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011, turutnya, adalah peraturan usang yang harusnya tidak digunakan lagi.

“Itu aturan zaman baheula. Dari masa Orde Baru masih dipakai,” ujar Ahok. (Ind)

article bottom ad